SUARA BANDUNG — Kuasa Hukum David Ozora, Melissa Anggraini merasa kecewa terhadap Institusi Anak yang seolah-olah tengah melindungi pelaku anak AG.
Kekecewaan yang dirasakan oleh Melissa Anggraini disebabkan oleh tiadanya pembicaraan dalam musyawarah Diversi yang menyampaikan terkait korban.
“Saya masih ingat jelas, bagaimana pada saat musyawarah Diversi seluruh institusi anak yang mendampingi proses itu smua hanya menyampaikan terkait pelaku anak, bahkan ada instiitusi yg semestinya concern terhadap korban jg tdk menyampaikan apapun terkait korban,” ujar Melissa Anggraini sebagaimana dikutip oleh bandung.suara.com dari akun twitternya @MellisA_An pada Selasa (18/4/2023).
Melissa menambahkan bahwasanya Hakim sebagai fasilitator dalam musyawarah tersebut dibuat heran. Karena institusi anak tersebut tak ada yang menyampaikan terkait korban padahal menurut Melissa musyawarah tersebut diperuntukkan untuk membicarakan korban.
“Hakim yg menjadi fasilitator dlm proses musyawarah itu sampai mempertanyakan, kok ga ada yg menyampaikan terkait korban, kan fokus nya ttg korban!!” ujarnya lagi
Keheranan tersebut bukan saja dirasakan oleh Hakim. Kuasa Hukum David Ozora pun merasa dibuat heran karena ia mengakui sehari sebelum musyawarah Melissa dan institusi anak bertemu di polda untuk membicarakan korban.
“Padahal persis sehari sebelumnya sy dan institusi terkait itu bertemu dipolda n sy sampaikan banyak hal terkait kondisi anak korban,” ungkapnya.
Akhirnya hanya Melissa dan pihak keluarga korbanlah yang memberikan kesaksian dan informasi mengenai kondisi David Ozora. Hal itu pula yang membuat Melissa kecewa terhadap institusi anak
"Selesai musyawarah sy protes dan sampaikan kekecewaan," pungkasnya. (*)
Baca Juga: Apakah Sah Membayar Zakat tanpa Ijab Qabul? Simak Ulasan Berikut Ini
Sumber: Twitter @MellisA_An
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi