/
Rabu, 19 April 2023 | 17:15 WIB
Ismail Marzuki menciptakan lagu bertemakan lebaran yang ia beri judul Selamat Hari lebaran pada tahun 1950-an ((YouTube Jonny Kemod))

Rakyatnya makmur terjamin

Dari segala penjuru mengalir ke kota

Rakyat desa berpakaian baru serba indah

Setahun sekali naik terem listrik perey

Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore

Akibatnya tengteng selop sepatu terompe

Kakinya pada lecet babak belur berabe

Maafkan lahir dan batin,

'lang tahun hidup prihatin

Baca Juga: Mayangsari Ungkap soal Hubungan dengan Bambang Trihatmodjo, Ternyata Selama Nikah Tak Pernah Lakukan Ini

Cari wang jangan bingungin,

'lah Syawal kita ngawinin

Cara orang kota berlebaran lain lagi

Kesempatan ini dipakai buat berjudi

Sehari semalam main ceki mabuk brandi

Pulang sempoyongan kalah main pukul istri

Akibatnya sang ketupat melayang ke mate

Si penjudi mateng biru dirangsang si istri

Maafkan lahir dan batin,

'lang taon hidup prihatin

Kondangan boleh kurangin,

Korupsi jangan kerjain


Lirik tersebut nampak memperlihatkan perbedaan merayakan orang kota dan desa pada tahun 1950-an. Pun sisi satire Ismail Marzuki dalam mengkritik kekuasaan pada saat itu sangat kuat.


Namun, apapun itu. Lagu ini cocok menemani hari lebaran anda (*)

Sumber: YouTube Video Sejarah

Tag

Load More