SUARA BANDUNG - Presiden Jokowi ketakutan jika Ganjar Pranowo kalah dan Anies Baswedan Menang di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Berdasarkan video yang diunggah pada Minggu (7/5/2023) ketakutan Presiden Jokowi itu dikarenakan ia akan dihukum dan dipenjarakan.
Berita ini beredar di sosial media khususnya YouTube dan sudah ditonton oleh lebih dari 1000 penonton (hingga artikel ini dipublikasikan).
Lantas benarkah kebenaran dari informasi yang memiliki judul video bahwa "Anies Baswedan Berjanji Kepada Rakyat Jika Jadi Presiden akan Batalkan Ibu Kita Baru dan Bongkar Korupsi Era Jokowi" ?
Cek Fakta:
Setalah mengetahui informasi tersebut beredar, maka tim cek fakta bandung.suara.com segara menelusuri kebenarannya.
Ternyata video berdurasi 8 menit 19 detik itu, dibuka dengan adanya cuplikan perdebatan antara dua tokoh politik di suatu acara.
Topik yang dibicarakan pun perihal bakal calon presiden yang diutus oleh partai politik untuk pemilu 2024.
Selain itu, dijelaskan pula perihal pernyataan dari wakil presiden Indonesia kini yakni K.H Ma'ruf Amin yang menyarankan Presiden Jokowi tidak melibatkan diri pada pipres.
Baca Juga: Duit Menipis Gara-Gara Kasus Penistaan Agama, Lina Mukherjee Kelabakan Nagih Utang
Lebih detail trumbnail sampul video pun merupakan ilustrasi yang didapatkan dari hasil edit foto.
Sehingga dapat terlihat Anis Baswedan sedang mengacungkan jari telunjuknya didepan wajah Presiden Jokowi bahkan disaksikan oleh beberapa personil polisi.
Kesimpulan:
Berita tentang Jokowi yang ketakutan dengan ancaman dihukum dan dipenjarakan oleh Anis Baswedan adalah berita bohong atau palsu.
Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya korelasi antara judul video dengan narasi yang telah disampaikan. (*)
Sumber: YouTube/ Gajah Mada TV
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel