-
Sultan Brunei mencabut gelar bangsawan Raabi'atul Adawiyyah karena dinilai melanggar etiket kerajaan.
-
Mantan juara Miss World Muslimah ini kehilangan gelar kehormatannya sejak 8 Agustus 2026.
-
Sanksi pencabutan gelar tidak secara otomatis mengakhiri pernikahan Raabi'atul dengan Pangeran Abdul Malik.
Suara.com - Sultan Brunei Hassanal Bolkiah merilis titah resmi untuk mencabut gelar kehormatan "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri" dari Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan tegas ini berlaku efektif sejak diumumkan kepada publik pada 8 Agustus 2026.
Langkah tak biasa ini mengguncang lingkaran dalam istana karena menyasar menantu sultan atau istri dari Pangeran Abdul Malik. Media lokal menyebut tindakan indisipliner menjadi pemicu utama di balik pemakzulannya.
Pencabutan status bangsawan ini menandai titik balik drastis bagi sosok perempuan yang dulunya dipandang sebagai simbol kebanggaan penganut nilai keagamaan dan teknologi di Brunei. Publik kini menyoroti bagaimana figur inspiratif tersebut kehilangan posisinya dalam trah Kesultanan.
Meskipun pimpinan Kantor Kepala Protokol Kerajaan memilih bungkam soal rincian pelanggaran, rumor domestik berkembang sangat cepat. Sejumlah laporan pers lokal mengungkapkan bahwa perilaku Raabi'atul dianggap melanggar norma etiket keluarga istana.
Tindakan tersebut dinilai berpotensi mencoreng martabat Kesultanan Brunei di mata publik internasional. Meski status kebangsawannya telah runtuh, ikatan pernikahan Raabi'atul dengan putra kedua Sultan masih bertahan.
Mengapa Sosok Raabi'atul Adawiyyah Sempat Menjadi Sosok Teladan di Brunei?
Sebelum diterpa prahara istana, wanita kelahiran 27 Oktober 1992 ini memiliki latar belakang pendidikan dan keagamaan yang sangat menonjol. Ia berhasil mengukir prestasi gemilang sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah.
Rekam jejak keagamaan Raabi'atul terbukti saat dirinya menjuarai kategori Pembacaan Al-Qur'an Terbaik pada ajang Miss World Muslimah 2013 di Indonesia. Prestasi internasional itu makin memperkuat citra positifnya di tengah masyarakat.
Tidak hanya piawai dalam syiar agama, Raabi'atul juga menguasai bidang keahlian teknologi informasi. Berbagai sertifikasi bergengsi dari Adobe hingga Microsoft berhasil ia kantongi pada tahun 2012.
Baca Juga: Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
Keahlian teknis tersebut membawanya meniti karier sebagai analis data sistem di BAG Networks. Ia kemudian melanjutkan pengabdian profesionalnya sebagai instruktur teknologi di HAD Technologies.
Garis hidup anak kedua dari sepuluh bersaudara pasangan Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor'aismah ini berubah total saat dilamar pihak kerajaan. Pertunangannya dengan Pangeran Abdul Malik diumumkan secara resmi pada Januari 2015.
Bagaimana Perjalanan Pernikahan Kerajaan Ini Berlangsung Hingga Muncul Sanksi Sultan?
Pesta pernikahan megah dihelat selama sepuluh hari penuh pada April 2015 dengan dihadiri para raja serta pimpinan negara Asia Tenggara. Prosesi sakral tersebut mencakup akad nikah di Masjid Omar Ali Saifuddien hingga resepsi agung di Istana Nurul Iman.
Dari pernikahan berharga tersebut, pasangan ini dikaruniai empat orang putri yang semuanya memegang gelar kehormatan "Pengiran Anak". Putri bungsu mereka baru saja lahir pada April 2025 lalu.
Sebagai latar belakang, pencabutan gelar bangsawan di lingkungan Istana Brunei merupakan sanksi disiplin tertinggi yang jarang terjadi. Langkah keras Sultan Hassanal Bolkiah ini menunjukkan ketegasan standar moral bagi siapapun pemegang gelar kerajaan.
Hingga 10 Agustus 2026, otoritas istana belum mengeluarkan pernyataan mengenai status pernikahan pasangan tersebut. Dengan demikian, Raabi'atul secara hukum masih berstatus sebagai istri sah Pangeran Abdul Malik meski tanpa gelar kebangsawanannya.
Kisah perjalanan Raabi'atul Adawiyyah kini menjadi catatan sejarah kelam dalam dinamika internal Kesultanan Brunei Darussalam. Publik terus memantau perkembangan susulan dari keputusan sang Sultan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun, Apa Penyebabnya?
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?
-
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?
-
Shakira Serukan Rakyat Kolombia Bersatu Hadapi Gempa Bumi Besar
-
Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?
-
Rilis Trailer Perdana, Robert Pattinson Mainkan Dua Peran di Primetime
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?