SUARA BANDUNG - Pencapaian Putri Ariani di America's Got Talent 2023 patut kita apresiasi. Bukan hanya karena pencapaiannya di ajang tersebut, melainkan dia telah berhasil menunjukan kepada dunia atas kelebihan, potensi dan bakatnya, melampaui keterbatasan fisik yang diderita olehnya.
Komentar dari @asantiastari dalam unggahan @ridwankamil (8/6/2023), setidaknya ada 3 hal yang sering kali dipandang lemah untuk sebuah kemajuan dan diperlakukan diskriminatif, diantaranya:
1. Perempuan
Pandangan bahwa perempuan dianggap lemah adalah suatu stereotip yang tidak seharusnya diterima atau dipromosikan.
Stereotip semacam ini tentu menyakitkan bagi kaum perempuan yang mana sebetulnya mereka mempunyai potensi dan hak yang sama untuk berkarya serta menunjukan eksistensinya.
Penting untuk menyingkirkan stereotip ini dan mengakui bahwa setiap individu memiliki keunikan dan potensi mereka sendiri, tanpa memandang jenis kelamin.
2. Muslim berhijab
Memakai hijab atau berhijab adalah pilihan personal yang diambil oleh seorang Muslimah berdasarkan keyakinan agama, nilai-nilai pribadi, dan identitas masing-masing.
Faktanya bagi mereka yang memilih untuk berhijab sedang dihadapkan dengan resiko seperti stigma atau prasangka (dituding bagian dari kelompok tertentu), tantangan profesi (berhijab dapat memengaruhi penilaian orang lain terhadap profesionalisme seseorang), keamanan (menarik perhatian negatif atau bahkan menjadi sasaran intoleransi bahkan kekerasan), dan tantangan sosial (dapat mempengaruhi interaksi sosial, pergaulan, atau kehidupan sosial sehari-hari).
Baca Juga: Banjir Pujian, Miyeon (G)I-DLE Lindungi Korban Bullying di Sekolah
Namun hal itu semua tergantung pada lingkungan sosial, budaya, dan hukum di negara atau masyarakat tertentu.
Penyandang disabilitas tidak sepantasnya diperlakukan beda dan tidak adil meskipun kondisinya memiliki kekurangan. Pandangan tersebut tentu salah dan tidak perlu disebarluaskan.
Banyak negara yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas dengan memberlakukan undang-undang hak asasi penyandang disabilitas. Hal tersebut adalah upaya untuk mengikis perilaku diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.
Namun, seiring dengan perubahan sosial dan perkembangan masyarakat, pandangan seperti hal di atas semakin banyak ditolak dan dikoreksi. Banyak gerakan sosial dan organisasi yang berupaya memerangi stereotip gender, wanita berhijab dan penyandang disabilitas.
Pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan penghapusan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas merupakan upaya penting dalam menciptakan masyarakat yang adil serta memiliki kesampatan yang sama untuk menjadi sebagai pemimpin, profesional, dan tokoh sukses dalam berbagai bidang, termasuk politik, bisnis, sains, seni, olahraga, dan lain-lain.
Prestasi yang diraih oleh Putri Arini telah membuktikan kepada dunia bahwa menjadi seorang perempuan penyandang disabilitas yang berhijab bukanlah suatu halangan, mereka akan selalu memiliki hak serta kesempatan yang sama untuk berkarir dan berkarya. (*)
Sumber: Instagram @ridwankamil @asantiastari
Tag
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi