/
Senin, 12 Juni 2023 | 16:00 WIB
Putri Ariani, peraih Golden Buzzer di America's Got Talent 2023 asal Indonesia (YouTube/America's Got Talent)

SUARA BANDUNG - Pencapaian Putri Ariani di America's Got Talent 2023 patut kita apresiasi. Bukan hanya karena pencapaiannya di ajang tersebut, melainkan dia telah berhasil menunjukan kepada dunia atas kelebihan, potensi dan bakatnya, melampaui keterbatasan fisik yang diderita olehnya.

Komentar dari @asantiastari dalam unggahan @ridwankamil (8/6/2023), setidaknya ada 3 hal yang sering kali dipandang lemah untuk sebuah kemajuan dan diperlakukan diskriminatif, diantaranya:

1. Perempuan

Pandangan bahwa perempuan dianggap lemah adalah suatu stereotip yang tidak seharusnya diterima atau dipromosikan.

Stereotip semacam ini tentu menyakitkan bagi kaum perempuan yang mana sebetulnya mereka mempunyai potensi dan hak yang sama untuk berkarya serta menunjukan eksistensinya.

Penting untuk menyingkirkan stereotip ini dan mengakui bahwa setiap individu memiliki keunikan dan potensi mereka sendiri, tanpa memandang jenis kelamin.

2. Muslim berhijab

Memakai hijab atau berhijab adalah pilihan personal yang diambil oleh seorang Muslimah berdasarkan keyakinan agama, nilai-nilai pribadi, dan identitas masing-masing.

Faktanya bagi mereka yang memilih untuk berhijab sedang dihadapkan dengan resiko seperti stigma atau prasangka (dituding bagian dari kelompok tertentu), tantangan profesi (berhijab dapat memengaruhi penilaian orang lain terhadap profesionalisme seseorang), keamanan (menarik perhatian negatif atau bahkan menjadi sasaran intoleransi bahkan kekerasan), dan tantangan sosial (dapat mempengaruhi interaksi sosial, pergaulan, atau kehidupan sosial sehari-hari).

Baca Juga: Banjir Pujian, Miyeon (G)I-DLE Lindungi Korban Bullying di Sekolah

Namun hal itu semua tergantung pada lingkungan sosial, budaya, dan hukum di negara atau masyarakat tertentu. 

3. Penyandang disabilitas

Penyandang disabilitas tidak sepantasnya diperlakukan beda dan tidak adil meskipun kondisinya memiliki kekurangan. Pandangan tersebut tentu salah dan tidak perlu disebarluaskan.

Banyak negara yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas dengan memberlakukan undang-undang hak asasi penyandang disabilitas. Hal tersebut adalah upaya untuk mengikis perilaku diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.

Namun, seiring dengan perubahan sosial dan perkembangan masyarakat, pandangan seperti hal di atas semakin banyak ditolak dan dikoreksi. Banyak gerakan sosial dan organisasi yang berupaya memerangi stereotip gender, wanita berhijab dan penyandang disabilitas.

Pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan penghapusan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas merupakan upaya penting dalam menciptakan masyarakat yang adil serta memiliki kesampatan yang sama untuk menjadi sebagai pemimpin, profesional, dan tokoh sukses dalam berbagai bidang, termasuk politik, bisnis, sains, seni, olahraga, dan lain-lain.

Prestasi yang diraih oleh Putri Arini telah membuktikan kepada dunia bahwa menjadi seorang perempuan penyandang disabilitas yang berhijab bukanlah suatu halangan, mereka akan selalu memiliki hak serta kesempatan yang sama untuk berkarir dan berkarya. (*)

Sumber: Instagram @ridwankamil @asantiastari

Load More