SUARA BANDUNG-- Pemerintah Kota Cimahi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi meluncurkan Ranting Emas sebagai strategi percepatan penurunan stunting dan edukasi masyarakat berbasis pentahelix yang sekaligus disosialisasikan kepada seluruh Ketua RW se Kota Cimahi di Convention Hall Cimahi Technopark Rabu (05/07/2023).
Lanching Ranting Emas dilakukan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana sebagai perwakilan dari pemerintah. Berbagai unsur dari akademisi, komunitas dan media juga turut hadir dalam peluncuran Ranting Emas hasil program (DP3AP2KB) yang dikepalai oleh dr. Fitriani Manan, M.KM.
Perlu diketahui bahwasanya prevalensi stunting di Kota Cimahi saat ini berdasarkan hasil survei status gizi indonesia tahun 2022 masih berada pada angka 16, 4 %. Angka prevalensi tersebut belum mencapai target target prevalensi stunting nasional sebesar 14 %.
Penyebab itu menurut Pemerintah Kota Cimahi disebabkan oleh 5 faktor; 1) intervensi penanganan stunting masih belum terpadu; 2) pelibatan pihak lain di luar pemerintah masih kurang; 3) Data keluarga beresiko stunting yang tidak real time karena verifikasi dan validasi hanya dilakukan setahun sekali; 4) sosialisasi dan edukasi tentang stunting belum optimal; 5) belum adanya sistem informasi data stunting terpadu yang bisa dijadikan sebagai bahan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi penanganan stunting.
Oleh alasan itu, dalam rangka mengoptimalkan penanganan stunting Pemerintah Kota Cimahi menggandeng (DP3AP2KB) untuk membuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan pihak pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha dan media dalam percepatan penurunan stunting yang disebut Ranting Emas.
Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Cimahi sekarang tengah fokus untuk mendorong zero New Stunting.
“Sekarang ini yang kita dorong adalah Zero New Stunting, yakni jangan sampai ada stunting baru, untuk penanganan stunting ini ditangani oleh Dinas Kesehatan dengan memberikan vitamin dan sebagainya,” tutur Maria saat diwawancarai awak media.
Lebih lanjut Maria menjelaskan bahwa untuk mewujudkan zero new stunting mesti melibatkan para donator, agar bisa menjadi orang tua asuh bagi mereka yang rentang terkena stunting dengan memberikan makanan-makanan bergizi.
Selain itu juga, Maria menyerukan agar digencarakan sosialisasi ke masyarakat terkait stunting, dan ke para orang tua ihwal kesehatan keluarga.
Baca Juga: 3 Tipe Managing yang Harus Dimiliki Pemimpin
“upaya lainnya untuk menekan pertumbuhan angka stunting ini, yakni dengan menunggu laporan dari para kader di lapangan yang akan menginformasikan dimana saja yang harus dilakukan intervensi melalui aplikasi yang mudah dilakukan dan dipahami” pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa Ranting emas didukung sistem terintegrasi data melalui sarana aplikasi percepatan penurunan stunting (sappeuting emas) dari tingkat Kelurahan sampai tingkat Kota sehingga data dapat tersaji secara riil time.
Ranting emas diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu dalam percepatan penurunan stunting dengan memastikan seluruh intervensi baik spesifik maupun sensitif pada keluarga beresiko stunting. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Klarifikasi Okin Absen di Acara Anak Bikin Gaduh: Akui Salah, Bantah Dilarang Pacar
-
Lepeh Insanul Fahmi? Inara Rusli Kembali Singgung soal Deadline: Saya Sudah Enggak Mau!
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Viral Pedagang Kentang Kena Stroke Saat Live TikTok
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
-
Kembalikan Kerugian Negara Rp750 Juta, Harnojoyo Hanya Dituntut 3,5 Tahun