SUARA BANDUNG - Shin Tae Yong blak-blakan mengatakan Timnas Indonesia bisa berprestasi asal ada program yang baik dan kualitas liga bagus.
Jika berbicara soal prestasi Timnas Indonesia dalam waktu dekat, Shin Tae Yong menilai masih terlalu dini bisa membuahkan hasil.
Karena pekerjaan rumah PSSI masih banyak, seperti kualitas Liga hingga penyusunan program agar Timnas Indonesia berprestasi, sesuai saran Shin Tae Yong.
Dengan adanya pembinaan muda, nantinya akan muncul pemain bertalenta, serta liga yang kuat juga menentukan masa depan Timnas.
Apabila hal tersebut digulirkan oleh PSSI, menurut Shin Tae Yong, Indonesia bisa berbicara di Asia.
"Dibuat program yang baik, baru Indonesia berkembang, bersaing di Asia, tambah satu lagi, jika mau jadi kuat, liga juga harus kuat," ujar STY, dikutip dari YouTube Sports77 Official, (10/7/2023).
Program pembinaan usia muda adalah salah satu yang berharga bagi masa depan Timnas.
"Sama seperti yang dibicarakan tadi, program youth team (pembinaan usia muda) harus membuat pemain muda yang baik dan setiap klub penyerang lokal," lanjutnya.
Selain itu, untuk naturalisasi, Shin Tae Yong tak mempermasalahkan, ia juga senang dengan kehadiran pemain keturunan, namun bukan solusi seperti yang pelatih katakan.
Baca Juga: Sakit Hati Dijadikan Budak Seks, Pemuda Habisi Pria Paruh Baya di Pademangan Jakut
"Ditambah akhir-akhir ini(Juli 2022), ada pemain dalam proses naturalisasi jadi pasti lebih baik," tegas Shin.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!
-
Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar