SUARA BANDUNG - Alfeandra Dewangga tetap ikut Shin Tae Yong ke Thailand, sebab belajar dari pengalaman Egy Maulana Vikri?
Keikutsertaan Alfeandra Dewangga, bek PSIS Semarang untuk perkuat Timnas U-23 asuhan Shin Tae Yong cukup menarik perhatian publik.
Pasalnya, kabar terakhir mengenai Alfeandra Dewangga disebutkan tak bisa isi skuad racikan Shin Tae Yong karena cedera hamstring.
Meski tes MRI-nya masih terbilang aman, Alfeandra Dewangga yang meringis kesakitan dan berjalan pincang usai skuad asuhan Shin Tae Yong mendarat di Thailand, membuat warganet terharu.
Banyak yang mengira bahwa ada unsur paksaan dari pihak tertentu supaya Dewangga yang masih cedera tetap perkuat lini pertahanan timnas.
Akan tetapi, ada warganet yang menduga bahwa keputusan tersebut justru berasal dari kemauan Dewangga.
Sebab, ia berkaca dari pengalaman gelandang Dewa United, Egy Maulana Vikri yang pernah dicoret oleh Shin Tae Yong dari timnas.
Menengok ke belakang, pencoretan nama Egy Maulana Vikri disebabkan pemain tersebut absen dari timnas dengan alasan cidera.
Namun kenyataannya, Egy masih bisa bermain untuk klubnya kala itu.
Baca Juga: Ngaku Implusif saat Membantu Farel Aditya, dr. Richard Lee: Waktu Ngomong Emang Nyampe Banget..
"Kemaren Dewa sudah ditawarkan tidak usah bergabung tapi dia tetap berangkat, karena banyak kejadian seperti Egy Maulana Vikri yang bilang cedera tapi main di klub dan sampai sekarang dicoret dari timnas," tulis salah seorang warganet, dikutip dari kanal YouTube Halo Timnas, Selasa (15/8/2023).
"Dewa cedera ringan, kalau dia tidak gabung dan sembuh main di klub bisa tamat karier di timnas. Itu pilihan Dewa sendiri, bukan dipaksa," lanjut warganet itu.(*)
Berita Terkait
-
Alasan Alfeandra Dewangga Diangkut Shin Tae Yong ke Thailand, meski Yoyok Sukawi Sebut Bek PSIS Semarang Itu Cedera
-
Berkelas! Alasan Shin Tae Yong Tak Pernah Duduk di Bench Pemain saat Dampingi Timnas Indonesia
-
Soal Shin Tae Yong Ingin Piala AFF U-23 Dihapus, Bung Towel: Seorang Kepala Pelatih Timnas Indonesia Udah Offside!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel