SUARA BANDUNG - Terjadi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti Bandung Barat. Ridwan Kamil menyebutkan kebakaran tersebut disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Kebakaran TPA Sarimukti Bandung Barat terjadi sejak Sabtu (19/8/2023). Ridwan Kamil mengabarkan kondisi terkini kebakaran tersebut.
Ridwan Kamil membagikan kirim di media sosial terkait kebakaran di TPA Sarimukti Bandung Barat.
Ridwan Kamil menjelaskan sebab dari kebakaran TPA Sarimukti Bandung Barat tersebut.
"Sedang dalam proses pemadaman. Sejak hari pertama kejadian akibat puntung rokok yang sembarangan dibuang, Tim Forkopimda pemprov Jabar, Forkopimda Kab Bandung Barat sudah di lapangan untuk memadamkan. Belasan Truk Damkar sudah dikerahkan," tulis Ridwan Kamil dalam Instagram pribadinya, dikutip Kamis (24/8/2023).
Kebakaran TPA Sarimukti Bandung Barat disebut Gubernur Jawa Barat itu belum dapat dipadamkan karena berbagai hal.
"Namun sampai hari ini karena situasi yang kompleks (api dari gas metana bawah permukaan dan musim kemarau), sehingga belum sepenuhnya bisa dikendalikan. Mohon doanya. Kami terus berupaya," tambahnya.
Tim BNPB juga dikerahkan sebagai upaya tambahan agar kebakaran tersebut segera padam.
"Sebagai upaya tambahan, Tim BNPB sdg menyiapkan water bombing melalui helikopter dan BMKG sedang melakukan rekayasa cuaca agar terjadi hujan," lanjut Kang Emil.
Kang Emil, sapaan akrabnya mengimbau masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah secara mandiri.
"Mohon kerjasama warga untuk mengurangi dan mulai mengelola sampah sendiri secara mandiri sambil menunggu masalah ini terselesaikan," imbau Gubernur Jawa Barat itu.(*/Alina)
Sumber: Instagram Ridwan Kamil
Berita Terkait
-
Kebakaran Gunungan Sampah TPA Sarimukti Belum Padam, Warga Mulai Terkena Penyakit
-
Breaking News! Momen Haru Pedagang Lumpia Basah di Bandung Berusia 100 Tahun Bertemu Ridwan Kamil
-
Setelah Resmikan Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang, Ridwan Kamil Siap Perkenalkan Padepokan Pencak Silat di Akhir Masa Jabatannya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?