SUARA BANDUNG - Satgas Anti Mafia Bola PSSI bukan barang baru bagi Indonesia. Sebelumnya, tahun 2018 satgas mafia bola pernah dibentuk oleh instansi kepolisian.
Lalu, beberapa hari ke belakang PSSI mengumumkan Satgas Anti Mafia Bola pada Jum'at (20/9/2023). Bung Towel pun angkat bicara.
Bung Towel dalam YouTube GOCEK BUNGTOWEL (29/9/2023), Satgas Anti Mafia Bola Jilid 2 ini lahir dari rahim siapa? Lahir dari rahim PSSI kah? Pemerintah atau siapa?
"Jika melihat saat rilis, satgas ini diumumkan oleh PSSI, maka dapat dikatakan ini merupakan satgas pertama bentukan PSSI", kata Bung Towel.
Menurut Bung Towel Satgas ini semacam Komite Adhoc, yang mana berdasarkan hukum sepakbola seharusnya dibentuk oleh dan melalui rapat Exco PSSI.
"Lihat pasal 40 ayat (1) dan pasal 59 statuta PSSI 2019, itu tentang kewenangan Exco PSSI", tambahnya.
Satgas Anti Mafia Bola yang disebut oleh Akmal Marhali (anggota satgas) akan bersifat independen dan tidak akan menggunkan anggaran PSSI, dinilai oleh Bung Towel adalah seauatu hal yang bagus.
Namun, melihat satgas ini diumumkan oleh PSSI tapi tidak melalui rapat Exco PSSI, kemudian bertanggungjawab kepada presiden bahkan ke FIFA, hal itu membuat pertanyaan bagi Bung Towel
"Satgas ini dibentuk oleh siapa? PSSI atau pemerintah? Ini penting, karena berhubungan dengan eksekusi dan produk yang dikeluarkan oleh satgas ini", kata Bung Towel, dikutip hari Minggu (1/10/2023).
Towel mencontohkan, jika temuan satgas mengandung unsur pidana maka bisa diserahkan kepada pihak kepolisian. Namun jika ada pelanggaran hukum sepakbola seperti match fixing dan kemudian hal itu jadi rekomendasi maka harus ada kejelasan institusi mana dan siapa yang mengeksekusinya.
Meski demikian, Bung Towel menilai maksud yang diinginkan oleh federasi sudah bagus, hanya saja harus ada kejelasan terkait status satgas yang dibentuk dan penyesuaian cara yang sesuai dengan hukum sepakbola atau statuta.
Hal itu juga penting karena menyangkut output, hasil dan reputasi orang-orang di dalam satgas tersebut.(*/Alina)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam