SUARA BANDUNG - Kesempatan untuk bisa kuliah di luar negeri kini semakin terbuka bagi para pemburu beasiswa.
Badan Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) kini tengah membuka beasiswa jenjang S2 dan S3 di bidang pembangunan (EPOS) tahun akademik 2024-2025.
Oleh karenana, bagi kamu yang berminat, maka segera lah mendaftar karena batas penerimaan setiap kampusnya berbeda.
Tidak hanya itu, beasiswa ini pun diproyeksikan bagi kamu yang sudah pernah bekerja minimal 2 tahun.
Lebih lanjut, apabila dinyatakan sebagai penerima beasiswa tersebut, maka, kamu pun akan mendapat ragam fasilitas.
Diketahui, penerima beasiswa S2 akan mendulang sekitar Rp 15,6 juta setiap bulannya.
Sementara, penerima S3 sekitar Rp 20 juta di setiap bulannya.
Di lain sisi, peneriman beasiswa tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan negara asalnya setelah kuliah di Jerman.
Berikut beberapa fasilitas yang akan kamu dapatkan dari program beasiswa tersebut.
Baca Juga: Bos Persib Teddy Tjahjono Akui Riweuhnya Mekanisme Pembelian Tiket
1. Uang bulanan berkisar Rp 15,6 juta untuk mahasiswa S2 dan Rp 20 juta untuk mahasiswa S3
2. Mendapat dana perlindungan asuransi kesehatan dan kecelakaan
3. Adanya tunjangan perjalanan, kecuali ditanggung negara asal atau peroleh sumber pendanaan lain
4. Manfaat tambahan (dalam situasi tertentu)
- Subsidi sewa bulanan
- Tunjangan bulanan untuk anggota keluarga pendamping
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
Bau Menyengat Kepung Kantor Gubernur Bali: Ratusan Sopir Truk Sampah Gelar Aksi Protes
-
Estimasi Biaya Kuliah Fakultas Teknik UNS 2026: Bisa Setara Harga Mobil, Ini Rinciannya!
-
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
5 Tips agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Efektif tapi Tetap Aman
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Lampu Kuning Pajak Kudus: Target Rp335 Miliar, Tiga Bulan Pertama Masih 'Ngos-ngosan'
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun Untuk Titiek Soeharto
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?