- Bareskrim Polri menggeledah kantor PT MMS di Jakarta Utara terkait dugaan kasus manipulasi data ekspor komoditas sawit.
- Publik keliru mengaitkan kasus tersebut dengan PT MMSGI yang bergerak di sektor batu bara, energi, dan properti.
- PT MMSGI didirikan tahun 2005 dan kini fokus mengembangkan bisnis pertambangan, energi terbarukan, data center, serta sektor properti.
Suara.com - PT MMS tengah ramai dibicarakan oleh banyak pihak setelah Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantornya Jalan Ampera IV, Pademangan, Jakarta Utara.
Penggeledahan itu buntut kasus dugaan manipulasi data ekspor atau praktik under invoicing yang dilakukan PT MMS.
Namun, banyak yang mengira bahwa PT MMS itu adalah PT MMSGI. Padahal, itu salah besar karena PT MMSGI tidak berbisnis di industri sawit Indonesia, melainkan berkecimpung di industri batu bara, energi terbarukan, dan properti.
Lantas, apa profil PT MMSGI?
Mengutip situs resminya, PT MMSGI didirikan pada tahun 2005 yang kepemilikan sahamnya dipegang 100 persen oleh investor dalam negeri. Pada tahap awal, perseroan hanya sebagai perusahaan perdagangan batu bara untuk pasar domestik.
Tidak berhenti di pasar domestik, pada tahun 2012 MMSGI mulai menjadi eksportir batu bara. Kemudian, MMSGI berkembang dari perusahaan eksportir menjadi perusahaan pertambangan dengan mengakuisisi PT Duta Dharma Utama.
Bisnis pertambangan MMSGI makin besar setelah kembali mengakuisisi pengelola tambang batu bara terbesar yaitu PT Multi Harapan Utama (MHU) pada tahun 2017.
Tak hanya batu bara, MMSGI mulai masuk bisnis tambang berkelanjutan dengan mendirikan MMS solution, dan mengelola pabrik high grade nikel matte lewat PT Mitra Murni Perkasa (MMP).
Selain pertambangan, MMSGI melebarkan sayap ke bisnis properti dengan mengakuisisi hotel legian yang dikelola oleh Pullman Melalui Mitra Asian Property (MAP).
Baca Juga: PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka
Bisnis properti MMSGI pun semakin topcer, setelah memperluas ke bisnis berbasis aset, di mana fungsinya bisa mengelola portofolio dan perhotelan di dalam negeri.
Setelah itu, MMSGI juga merambah bisnis di sektor teknologi, dengan mengelola data center di pusat kota yang berafiliasi dengan Bitera.
MMSGI dan anak usahanya juga selalu menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dengan transformasi digital, energi dan pengembangan talenta.
Salah satunya, menggunakan listrik daru pembangkit tenaga surya untuk mendukung operasional MHU.
Dengan ruang lingkup bisnis seperti ini, sudah jelas bahwa PT MMS yang digeledah oleh Bareskrim Polri bukan PT MMSGI, karena tidak berkaitan dengan bisnis sawit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian
-
Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora
-
Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar
-
Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026
-
1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan
-
Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila