SuaraBandungBarat.id - Rara Istiati Wulandari, pawang hujan yang viral saat acara pembukaan MotoGP 2022 di sirkuit Mandalika, buka suara usai triknya dibongkar Pesulap Merah.
Rara Istiati Wulandari yang akrab disapa Rara Pawang Hujan, menyikapi hal itu dengan santai.
"Nggak apa-apa karena Pesulap Merah tidak menyebutkan nama," ucap Rara di program Diary The Onsu yang tayang baru-baru ini.
Rara tidak membantah, Ia malah membenarkan, ketika dirinya diminta jasa untuk jadi pawang hujan, Ia kerap mengecek ramalan BMKG terkait cuaca.
"Rara memang mengecek BMKG," lanjutnya.
Menurut Rara, dia bahkan memiliki grup chat Whats app yang berisi anggota yang berprofesi sebagai pawang hujan, mereka kerap membagikan ramalan cuaca BMKG.
"Jadi Rara sudah punya grup Pawang Hujan, Tapi saya meminta hayo doa," pungkas Rara.
Saat ditanya apakah kebanyakan pawang hujan memilih menolak pekerjaan ketika menurut ramalan cuaca BMKG akan turun hujan, Rara tidak sependapat dengan Pesulap Merah.
"Saya belum mengenal seperti itu. Karena pawang hujan yang saya tahu itu rata-rata yang saya kenal pemberani semua," jawab Rara.
Baca Juga: Kemenperin: Nilai Produksi Knalpot di Purbalingga Tembus Rp 138,7 Miliar
Sebelumnya, Pesulap Merah sempat membahas soal pawang hujan ketika berbincang dengan Arie Untung. Eksistensi pawang hujan diketahui sempat naik setelah penampilan Rara di event MotoGP pada Maret 2020 di sirkuit Mandalika NTB.
"Pawang hujan itu kan sebenarnya 50:50 kan. 50 persen berhasil, 50 persen gagal," ujar Pesulap Merah seperti yang dibagikan ulang di Instagram @bundsthetic pada Minggu (7/8/2022).
Selanjutnya, Pesulap Merah mengatakan bahwa sangat mudah jika mau mejadi pawang hujan jaman sekarang. Kini siapapun bisa melihat ramalan cuaca dengan akses internet di google.
"Sebenernya untuk jadi pawang hujan di zaman sekarang gampang. Sekarang Bang Arie nih, tanggal berapa butuh penghujan? Tanggal 10 nih. 'Oh iya bentar ya, saya cek jadwal dulu'," ungkap Pesulap Merah.
"Sebenernya nggak ngecek jadwal. Buka Google, ramalan cuaca tanggal 10. Kalau hujan bilang aja 'Oh saya sudah ada jadwal'. Kalo nggak hujan, berarti ada kesempatan nggak hujan," sambungnya.*
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Kemenperin: Nilai Produksi Knalpot di Purbalingga Tembus Rp 138,7 Miliar
-
Profil Timnas Thailand, Tim yang Diakui Shin Tae-yong Bakal Jadi Lawan Tangguh Skuad Garuda di Grup A Piala AFF 2022
-
Permintaan Pelatih Shin, 2 Nama Pemain Keturunan Ini Bakal Dinaturalisasi untuk Piala Dunia U-20
-
OLX Autos Berharap Road To IMX 2022 Kembangkan Industri Modifikasi Otomotif di Bali
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026