SuaraBandungBarat.id - Sejumlah warga masih rela antre di sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (2/9/2022). Mereka rata-rata datang untuk mengisi penuh tangki bensin kendaraan mereka dengan BBM subsidi jenis Pertalite sebelum harganya naik.
Dari pantauan, setidaknya ada empat SPBU di Bandung Barat yang dipenuhi oleh warga yang berburu Pertalite. SPBU itu antara lain, SPBU Jalan BBS Cihampelas, Jalan Raya Gadobangkong, Jalan Caringin, dan Jalan Raya Batujajar.
"Saya lihat di berita Pak Luhut mau naikan BBM. Makanya sekarang ini mau isi full tangki, mumpung harganya belum naik," kata Jaelani (33) salah seorang warga yang sedang mengantre di SPBU Batujajar, Jumat (2/9/2022).
Kondisi serupa juga terlihat pada sehari sebelumnya, Kamis (1/9/2022). Warga rela antre berjam-jam demi mendapatkan Pertalite dengan harga Rp 7.650 per liter. Setelah antre berjam-jam, harga Pertalite tak naik pada hari ini.
Saat ini pemerintah tengah menyusun skema penyesuaian harga BBM untuk mengurangi beban subsidi. Luhut menuturkan bahwa Presiden Jokowi kemungkinan akan mengumumkan terkait kenaikan harga solar dan pertalite itu pada pekan ini.
Tak cuma Luhut, jajaran menteri lainnya seperti Menkeu Sri Mulyani, Menko Ekonomi Airlangga Hartarto, hingga Kepala BKPM sekaligus Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.
"Kalau pengennya jangan naik, ekonomi kan lagi susah karena Covid-19, kalau ditambah lagi BBM naik beban kita sebagai masyarakat kecil akan semakin berat," keluhnya.
Sementara menurut pengelola SPBU 34.40530 yang beralamat di Jalan Raya Batujajar, Yogie Mahendra menyebutkan, antrean pemotor yang akan mengisi Pertalite semakin panjang sehingga harus dilakukan pengaturan.
Apalagi mereka enggan mengisi Pertamax meskipun antreannya kosong karena selisih harga yang lumayan.
Baca Juga: Pasokan Bawang Merah dan Cabai Meningkat, BI: Picu Deflasi di DIY
Soal kenaikan harga, Yogie mengatakan belum ada informasi soal rencana kenaikan BBM bersubsidi.
Namun pihaknya mengantisipasi dengan tetap meminta pengiriman BBM jenis pertalite setiap harinya mengingat saat ini permintaan dari masyarakat meningkat. Agar tidak sampai stok kosong dan masyarakat tidak terlayani.
"Kapasitas tangki kami untuk Pertalite adalah 32.000 liter, setiap harinya dapat kiriman sekitar 24.000 liter dan biasanya dalam sehari habis antara 21.000 liter. Tapi kalau melihat antrean panjang seperti ini kemungkinan ada peningkatan permintaan," pungkasnya.
Sumber : SuaraJabar.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
Terkini
-
Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
-
Dorong Digitalisasi PAD Gowa, BRI Hadirkan Integrasi Sistem Pembayaran Lewat BRIAPI
-
Waspada! Modus Baru Judi Online Pakai QRIS, Deposit Rp5.000 Sasar Anak-anak
-
Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
M3GAN: Perpaduan Unik Horor Fiksi Ilmiah dan Komedi Satire yang Cerdas!
-
Hakim Kabulkan 5 Saksi, Nadiem Optimistis Menang Banding
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan
-
AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD