- Nur Hasan tewas tertabrak KRL di Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa malam saat mencoba melerai tawuran remaja.
- Korban tertabrak kereta saat berusaha menghentikan bentrokan kelompok remaja yang menggunakan senjata tajam dan petasan di rel.
- Polisi melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku tawuran yang menyebabkan kematian warga saat sedang menunaikan ibadah salat.
Suara.com - Sebuah aksi heroik berujung tragedi memilukan di perlintasan kereta api Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (5/5) malam.
Seorang pria bernama Nur Hasan (45) meregang nyawa usai tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) saat berupaya melerai tawuran remaja yang pecah di kawasan tersebut.
Peristiwa nahas ini bermula ketika dua kelompok remaja terlibat bentrok hebat di sekitar bantaran rel. Suasana mencekam seketika menyelimuti lokasi.
Menggunakan senjata tajam, lemparan batu, hingga letusan petasan, kedua kubu saling serang tanpa mempedulikan keselamatan warga maupun pengguna jalan.
Ketua RW 10 Cipinang, Endang Darmanto, mengonfirmasi insiden tragis yang menimpa warganya tersebut.
"Iya, korban tertabrak KRL yang mengarah ke Stasiun Jatinegara," kata Endang saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (29/1).
Terjadi Usai Salat Isya
Berdasarkan informasi di lapangan, Nur Hasan saat itu baru saja menunaikan ibadah salat Isya dan sedang dalam perjalanan pulang.
Melihat kekacauan yang dipicu oleh aksi saling ejek di media sosial tersebut, nurani Nur Hasan tergerak untuk menghentikan kegilaan para remaja itu.
Baca Juga: Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
Namun malang, saat mencoba menengahi bentrokan di dekat rel, ia diduga tidak menyadari ada kereta yang tengah melaju kencang ke arahnya.
"Sepertinya mau melerai tawuran, tapi tidak melihat ada kereta yang lewat. Korban masih mengenakan baju koko," ungkap Endang dengan nada prihatin.
Benturan keras tak terhindarkan. Tubuh Nur Hasan terpental dan ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya.
Situasi Mencekam dan Gas Air Mata
Tawuran tersebut tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas warga. Para pengendara motor terpaksa berhenti dan memutar balik karena takut menjadi sasaran salah sasaran lemparan batu dan kembang api. Bahkan, kereta yang melintas pun tak luput dari sasaran anarkis para remaja tersebut.
Heru (46), salah satu pengendara yang terjebak di lokasi, menceritakan betapa kacaunya situasi saat polisi berusaha membubarkan massa yang beringas.
"Tidak lama polisi datang, lalu menembakkan gas air mata. Mata saya sampai perih, akhirnya saya menepi ke tempat aman," kata Heru.
Polisi yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat memecah massa dan menenangkan situasi. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu para pelaku tawuran yang menyebabkan hilangnya nyawa warga tak bersalah tersebut.
Kini, lokasi kejadian telah kondusif, namun duka mendalam menyelimuti warga Cipinang atas kepergian Nur Hasan, sosok yang tewas demi mengupayakan kedamaian di lingkungannya. (Antara)
Berita Terkait
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4