-
Arsenal melaju ke final Liga Champions pertama mereka dalam 20 tahun terakhir.
-
Gol tunggal Bukayo Saka di Emirates Stadium pastikan kemenangan agregat atas Atletico.
-
Tim asuhan Mikel Arteta kini berpeluang meraih gelar ganda di akhir musim.
Suara.com - Arsenal akhirnya memutus kutukan semifinal dan memastikan diri tampil di partai puncak Liga Champions setelah menunggu selama 20 tahun.
Keberhasilan ini diraih usai skuat asuhan Mikel Arteta menumbangkan Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0 di Emirates Stadium.
Hasil tersebut membawa Meriam London unggul agregat 2-1 sekaligus membuka peluang meraih gelar perdana di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Ketajaman Bukayo Saka kembali menjadi pembeda setelah ia memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Leandro Trossard di akhir babak pertama.
Kemenangan ini menandai sejarah baru bagi klub yang terakhir kali mencicipi atmosfer final pada tahun 2006 silam.
"Ini adalah malam yang luar biasa, kita membuat sejarah lagi bersama-sama, dan saya tidak bisa lebih bahagia, lebih bangga untuk semua orang yang terlibat di klub sepak bola ini," ujar manajer Arsenal, Mikel Arteta dalam konferensi pers.
Pelatih asal Spanyol tersebut menilai atmosfer di dalam stadion memberikan energi luar biasa bagi para pemainnya sepanjang laga.
"Suasananya, dukungan kami telah menciptakan energi, cara dia mengelola setiap bola bersama kami, mereka membuatnya spesial dan unik, saya tidak pernah merasakan hal itu di stadion," lanjut Arteta.
Baginya, pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen klub setelah dua dasawarsa absen dari laga perebutan trofi Si Kuping Besar.
Baca Juga: Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
"Kami tahu betapa berartinya hal itu bagi semua orang, kami mengerahkan segalanya, anak-anak melakukan pekerjaan yang luar biasa dan setelah 20 tahun dan kedua kalinya dalam sejarah kami, kami kembali ke final Liga Champions," tegasnya.
Meskipun Atletico Madrid mencoba memberikan perlawanan fisik yang ketat, Arsenal tetap memegang kendali permainan dengan penguasaan bola yang dominan.
Saka yang kini mengoleksi 13 gol di Liga Champions, sukses menyamai rekor pencetak gol terbanyak keempat sepanjang sejarah klub di ajang ini.
"Sangat indah, Anda senang melihat apa artinya bagi kami, apa artinya bagi para penggemar, kami semua sangat senang," kata Saka kepada Amazon Prime.
Pemain jebolan akademi itu kini memikul beban untuk menebus kegagalan Arsenal saat ditumbangkan Barcelona di final dua puluh tahun lalu.
"Sangat sulit untuk dilakukan, pertandingan ini adalah pertandingan dengan tekanan tinggi, sangat berarti bagi kedua belah pihak, dan kami berhasil mengelolanya dengan baik dan membawa diri kami ke final, jadi kami senang," tambah Saka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan