Lifestyle / Komunitas
Rabu, 06 Mei 2026 | 12:22 WIB
Aqua Sanctuary: Cara Grohe Spa Mengubah Kamar Mandi Jadi Ruang Kesejahteraan Emosional (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Grohe Spa menghadirkan instalasi Aqua Sanctuary di Piccolo Teatro Studio Melato, Milan, saat perhelatan Milan Design Week berlangsung.
  • Pameran ini mengubah kamar mandi menjadi ruang multisensori untuk mengeksplorasi filosofi kesejahteraan melalui elemen air dan arsitektur.
  • Instalasi tiga babak ini memanfaatkan material daur ulang berkelanjutan untuk menciptakan pengalaman relaksasi yang restoratif bagi pengunjung.

Suara.com - Dari sebuah panggung teater yang biasanya dipenuhi dialog dan sorotan lampu, lahir sebuah pengalaman yang sama sekali berbeda: ruang sunyi yang berbicara lewat air

Transformasi inilah yang dihadirkan Grohe Spa dalam ajang Milan Design Week, ketika Piccolo Teatro Studio Melato disulap menjadi sebuah sanctuary multisensori hanya dalam waktu 72 jam.

Alih-alih menghadirkan pertunjukan dengan aktor dan naskah, ruang ini justru menjadikan air sebagai tokoh utama. Setiap tetes, aliran, hingga pantulan cahaya menciptakan narasi baru tentang kesejahteraan. 

Konsep “Kesejahteraan melalui Air” tidak lagi sekadar filosofi, tetapi dihidupkan sebagai pengalaman yang bisa dirasakan secara langsung, membungkus pengunjung dalam suasana yang menenangkan, reflektif, sekaligus personal.

Dalam pendekatan ini, kamar mandi tidak lagi diposisikan sebagai ruang fungsional semata. Ia berevolusi menjadi ruang intim yang mampu menghadirkan pengalaman emosional, tempat di mana tubuh dan pikiran kembali menemukan keseimbangannya. 

Seperti halnya teater yang menyentuh emosi penonton, desain ruang dalam Aqua Sanctuary juga dirancang untuk menghadirkan perjalanan yang menyentuh secara mendalam.

“Kami membayangkan ruang yang menghadirkan momen istimewa dan transenden melalui ekspresi kekuatan restoratif air. Dirancang untuk menghidupkan filosofi ‘Kesejahteraan melalui Air’, Grohe Spa Aqua Sanctuary menghadirkan perpaduan yang mendalam antara arsitektur dan air,” ujar Paul Flowers, Chief Design and Brand Identity Officer & Executive Vice President, Lixil.

Perjalanan ini dibagi ke dalam tiga babak, layaknya sebuah pertunjukan teater, di mana setiap ruang menghadirkan emosi dan pengalaman yang berbeda. Pada bagian pertama, Sanctum I, pengunjung diajak memasuki dunia yang terasa organik dan hampir magis.

Instalasi seperti Grohe Spa AquaTree tampil dengan bentuk yang seolah tumbuh dari alam, bukan dibuat oleh tangan manusia. Dengan teknologi cetak 3D, desainnya menghadirkan aliran air yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis, menciptakan pengalaman yang menenangkan sekaligus imersif.

Baca Juga: Di Mana Ahmad Sahroni Sekarang? Cerita Sembunyi di Kamar Mandi saat Penjarahan Viral

Babak kedua, Sanctum II, menghadirkan harmoni yang lebih terstruktur. Di sini, ruang terasa seperti komposisi yang matang, di mana setiap elemen, material, cahaya, hingga air berdialog satu sama lain. 

Kolaborasi dengan Buster + Punch memperkuat karakter ruang, menghadirkan perpaduan logam, pencahayaan, dan elemen air dalam satu bahasa desain yang utuh. 

Puncaknya adalah area perawatan diri yang menghadirkan pengalaman multisensori, lengkap dengan uap, kabut, dan aromaterapi yang memperkaya dimensi ruang.

Sementara itu, Sanctum III menjadi klimaks yang merangkum seluruh perjalanan. Ruang ini menghadirkan tiga ritual utama: persiapan, relaksasi, dan peremajaan. 

Setiap tahap dirancang seperti adegan yang mengalir mulus, mengajak pengunjung untuk melepaskan ketegangan, menemukan ketenangan, dan akhirnya merasakan pembaruan energi. 

Elemen seperti Grohe Spa Allure Gravity dan Rainshower Aqua Tiles tidak hanya menjadi perangkat, tetapi bagian dari pengalaman yang menyatu dengan tubuh dan pikiran.

Load More