SuaraBandungBarat.Id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyikapi kenaikan harga BBM yang telah diputuskan pemerintah. Sistem subsidi terbuka diyakini menjadi akar masalah tidak tepatnya penyaluran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah.
Hal ini dikatakan Wasekjen Pengurus Besar Nahadatul Ulama (PBNU) Rahmat Hidayat Pulungan
Rahmat mengatakan, pemerintah dan masyarakat harus saling melindungi agar kedua pihak bisa selamat ke depannya. Seyogyanya pemerintah menerapkan sistem subsidi tertutup agar penyaluran subsidi BBM di Indonesia tepat sasaran.
Lanjut Rahmat, sistem subsidi terbuka, menjadi pangkal kekacauan tidak tepatnya subsidi ini. semua orang termasuk dengan ekonomi kuat bisa membeli BBM dengan sesuka hatinya. Semestinya subsidi harus bisa dirasakan oleh masyarakat yang dinilai berhak.
Namun pada realisasinya bisa dinikmati semua golongan bahkan juga pengusaha tambang hingga batubara.
"Semestinya pemerintah menetapkan sistem subsidi tertutup. Mereka yang berhak mendapatkan BBM subsidi harus tercantum dalam big data kependudukan," ungkapnya pada Sabtu (3/9/2022).
"Hanya mereka yg tercantum dalam DTKS yang bisa mengakses BBM subsidi. Di level operasional mereka operator dan penyalur tidak akan bisa mengucurkan BBM kecuali kepada yg berhak," lanjut Rahmat.
Alasan yang kerap digunakan selama 15 tahun oleh pemerintah untuk menaikan harga BBM karena subsidi salah sasaran. Dikatakan Rahmat, alasan tersebut sudah basi dan bosan didengar. Jadi apa yang dilakukan pemerintah selama ini untuk evaluasi dan memperbaikinya agar subsidi tepat sasaran.
"Yang kami sesalkan selama 15 tahun terakhir ini, setiap pemerintah ingin menaikkan harga BBM selalu menggunakan narasi subsidi salah sasaran atau subsidi dinikmatin orang kaya," terangnya.
Baca Juga: Apakah Tarif Ojol Naik? Berikut Informasinya
Lanjut Rahmat, DPR RI pun menolak kenaikan harga BBM ini hanya untuk merebut simpati rakyat, menaikan citra dan elektabilitas saja. Akan tetapi tidak ada skema penyelesaian yang jelas.
Dia pun meminta DPR RI untuk fokus segera membangun SIN (Single Identity Number). Sehingga data masyarakat di lapangan tidak berbeda-beda antar Instansi, kemudian melalui data ini bisa disalurkan subsidi dan bantuan lainnya.
"Memang aneh begitu banyak program sosial Pemerintah tapi platform dan datanya di lapangan berbeda-beda antar instansi," katanya.
Menurut Rahmat, Kenaikan harga BBM ini semestinya menggunakan sudut pandang yang tepat. Pemerintah harus sejajar dengan masyarakat dengan tujuan agar kedua belah pihak bisa sama-sama 'selamat'.
"Keduanya harus selamat. Negara selamat tapi rakyatnya melarat juga salah, atau sebaliknya rakyatnya selamat tapi negaranya sekarat ya juga percuma. Negara dan rakyat harus saling melindungi," jelasnya.*
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Bikin Geleng Kepala, Pria Ini Tak Mau Rugi Beli Bensin, Pastikan hingga Tetes Terakhir
-
Polres Bontang Terjunkan 98 Personil untuk Keamanan, Karena Kenaikan BBM Subsidi?
-
Keluarga Miskin Penerima BLT BBM di Jawa Barat Ada 2,7 Juta, Tahap Pertama Cair Bulan Ini
-
BBM Makin Mahal, Publik Minta SBY dan AHY Turun Gunung Lawan Kebijakan Jokowi: Bila Perlu sampai Nangis-Nangis
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
Terkini
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 1819 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Tak Berkutik! Ini Wajah Komplotan Sadis Penyekap dan Penyiksa Lansia di Cileungsi Bogor
-
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp136 Miliar Untuk Korban Bencana di Sumatera
-
BRI Dirikan Posko Mudik BRImo di 5 Rest Area Tol JakartaJawa untuk Lebaran 2026
-
FFI Umumkan Daftar 19 Pemain untuk Persiapan Piala AFF Futsal 2026
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
-
Nyaris Pensiun 3 Kali, Gelandang Bali United Blak-blakan Temukan Surga Karier di Indonesia
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Dukung Kelancaran Hari Raya, BRI Hadirkan Posko Mudik BRImo 2026
-
Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran