- Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin malam menyebabkan ratusan RT dan sejumlah ruas jalan terendam banjir.
- Gubernur Pramono Anung menginstruksikan pengaktifan seluruh pompa air guna meminimalisir dampak luapan banjir di wilayah terdampak.
- Pemerintah menyatakan banjir dipicu curah hujan tinggi serta penyumbatan saluran air akibat tumpukan sampah masyarakat.
Suara.com - Jakarta kembali dikepung banjir akibat guyuran hujan deras yang melanda sejak Senin (4/5/2026) malam.
Hingga Selasa (5/5/2026) pagi tadi, ratusan RT dan beberapa ruas jalan di ibu kota bahkan masih tergenang.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan resminya usai menghadiri kegiatan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa siang.
Pramono memastikan bahwa seluruh perangkat teknis telah bekerja maksimal untuk meminimalisir dampak luapan air di berbagai wilayah terdampak.
"Ketika banjir terjadi, saya sudah langsung memerintahkan untuk semua pompa diaktifkan," ujarnya.
Namun di sisi lain, Pramono juga memaparkan analisis mengenai penyebab utama terjadinya banjir yang sempat melumpuhkan sebagian aktivitas warga Jakarta.
"Kenapa banjir ini terjadi? Yang pertama, karena curah hujannya memang tinggi," papar eks Sekretaris Kabinet itu.
Pramono juga memberikan catatan kritis mengenai persoalan klasik yang masih menjadi hambatan besar dalam pengendalian banjir secara permanen.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, dengan tidak menjadikan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah.
Baca Juga: Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang
"Saya juga berharap betul bahwa jangan kemudian ketika tidak ada hujan selama dua minggu, sampah itu akhirnya menyumbat di beberapa tempat. Itulah yang menyebabkan, walaupun curah hujannya di bawah 200, terjadi banjir," pungkas politisi PDIP tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan