News / Metropolitan
Selasa, 05 Mei 2026 | 13:36 WIB
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Dinda Pramesti K)
Baca 10 detik
  • Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin malam menyebabkan ratusan RT dan sejumlah ruas jalan terendam banjir.
  • Gubernur Pramono Anung menginstruksikan pengaktifan seluruh pompa air guna meminimalisir dampak luapan banjir di wilayah terdampak.
  • Pemerintah menyatakan banjir dipicu curah hujan tinggi serta penyumbatan saluran air akibat tumpukan sampah masyarakat.

Suara.com - Jakarta kembali dikepung banjir akibat guyuran hujan deras yang melanda sejak Senin (4/5/2026) malam.

Hingga Selasa (5/5/2026) pagi tadi, ratusan RT dan beberapa ruas jalan di ibu kota bahkan masih tergenang.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan resminya usai menghadiri kegiatan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa siang.

Pramono memastikan bahwa seluruh perangkat teknis telah bekerja maksimal untuk meminimalisir dampak luapan air di berbagai wilayah terdampak.

"Ketika banjir terjadi, saya sudah langsung memerintahkan untuk semua pompa diaktifkan," ujarnya.

Namun di sisi lain, Pramono juga memaparkan analisis mengenai penyebab utama terjadinya banjir yang sempat melumpuhkan sebagian aktivitas warga Jakarta.

"Kenapa banjir ini terjadi? Yang pertama, karena curah hujannya memang tinggi," papar eks Sekretaris Kabinet itu.

Pramono juga memberikan catatan kritis mengenai persoalan klasik yang masih menjadi hambatan besar dalam pengendalian banjir secara permanen.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, dengan tidak menjadikan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah.

Baca Juga: Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang

"Saya juga berharap betul bahwa jangan kemudian ketika tidak ada hujan selama dua minggu, sampah itu akhirnya menyumbat di beberapa tempat. Itulah yang menyebabkan, walaupun curah hujannya di bawah 200, terjadi banjir," pungkas politisi PDIP tersebut. 

Load More