- Polda Metro Jaya memeriksa saksi dari PT Vinfast Auto dan pihak terkait untuk mendalami kasus kecelakaan kereta di Bekasi.
- Penyidikan berfokus mengungkap unsur pidana kecelakaan kereta yang terjadi pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur tersebut.
- Insiden kecelakaan beruntun itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka di lokasi kejadian.
Suara.com - Polda Metro Jaya masih mendalami penyebab kecelakaan maut KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Terbaru, penyidik memeriksa saksi dari PT Vinfast Auto dalam rangkaian penyidikan yang terus berkembang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut saksi dari PT Vinfast Auto dijadwalkan diperiksa pada Selasa (5/5/2026) hari ini.
"Selasa, 5 Mei 2026 agenda pemeriksaan saksi dari PT Vinfast Auto," ujar Budi kepada wartawan.
Selain itu, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Richard Rudolf dari pihak taksi Green SM.
Pemeriksaan dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memperkuat pembuktian.
Pemeriksaan lanjutan juga menyasar petugas internal perkeretaapian. Petugas pengawas stasiun selatan serta Kepala Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel) dijadwalkan diperiksa pada Jumat (8/5/2026).
"Kemudian, masih dalam proses pemanggilan aksi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Agus Puryantoko, Catur Nugroho, Muhammad Arif Hosen dan Fajar Karisma Putra," imbuh Budi.
Hingga kekinian, total 36 saksi telah diperiksa. Mereka terdiri dari pelapor, korban, saksi di lokasi kejadian, sopir taksi, hingga pihak operasional Green SM dan Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
"Sampai dengan saat ini penyidik telah meminta keterangan dari 36 orang saksi," ungkjap Budi.
Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara dengan berbagai langkah lanjutan, mulai dari pengajuan penyitaan barang bukti, koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, hingga pembuatan sketsa tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil visum korban turut didalami untuk memperkuat konstruksi perkara.
Kasus ini sendiri telah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan unsur pidana.
Polisi saat ini fokus membongkar rangkaian peristiwa kecelakaan beruntun tersebut guna mencari tersangka di balik tragedi kecelakaan yang menewaskan 16 orang dan melukai 90 lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan