SuaraBandungBarat.Id - Purnawirawan TNI berkali-kali ditusuk oleh Henry alias Aseng di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Hal itu nampak terlihat saat rekonstruksi pembunuhan terhadap purnawirawan TNI, Muhammad Mubin alias Babeh (63).
Tersangka Henry Hernando alias Aseng melakukan pembunuhan terhadap korban Muhammad Mubin, Selasa (16/09/2022) sekitar pukul 08.00 WIB.
Dalam reka adegan tersebut, tersangka Aseng kesal lantaran korban kerap parkir di depan ruko miliknya di TKP.
Korban Babeh ini merupakan seorang sopir di sebuah mebel di daerah Lembang-Bandung, yang tercatat sebagai seorang pensiunan TNI.
Dalam proses rekonstruksi di TKP di Jalan Adiwarta, RT 01/12, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Babeh akhirnya tewas setelah ditikam tersangka Henry Hernando alias Aseng (30).
Dari pantauan Suara.com, reka ulang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian.
Rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut disaksikan ratusan warga sekitar dan para purnawirawan TNI.
Untuk membuat kasus dan motif terang benderang, polisi menghadirkan langsung tersangka dalam melakukan reka ulang.
Baca Juga: Sejarah G30S PKI Menurut Ahli Sejarah, Apa Peran Soeharto dan Soekarno?
Adegan dalam rekonstruksi bermula saat tersangka Aseng berada di rumah. Dia terlihat melakukan beberapa adegan.
Saat itu terlihat tersangka turun dari lantai dua, hingga kemudian menghampiri korban.
Saat reka adegan dimulai, para Purnawirawan TNI yang hadir tampak emosi melihat tersangka, Aseng.
Mereka berteriak meminta tersangka Aseng melepaskan masker yang dikenakannya.
"Hey pembunuh (Aseng) buka maskernya," kata seorang Purnawirawan TNI yang hadir, berteriak.
Dalam adegan, terlihat Aseng dan korban terlibat cekcok. Tak lama kemudian, Aseng menusuk korban secara sadis.
Saat kejadian, korban tidak sempat melawan lantaran posisinya berada di dalam kendaraan pickup.
Tubuh yang sudah berlumuran darah, korban sempat mengendarai mobil tersebut untuk menghindari Aseng.
Ketika itu korban memacu mobilnya untuk mencari fasilitas kesehatan.
Akan tetapi sekitar 50 meter dari TKP awal, korban menabrak kendaraan yang ada di depannya.
Dari sana, nyawa korban akhirnya tidak bisa diselamatkan, lantaran kehabisan darah.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, ada 27 adegan dalam proses rekonstruksi.
Di sana juga ada tersangka Aseng dan sejumlah saksi yang melihat kejadian pembantaian pensiunan TNI tersebut.
Reka ulang dilakukan sesuai fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.
"Rangkaian (rekonstruksi pembunuhan pensiunan TNI) ini berjalan betul-betul sesuai dengan rangkaian dengan kejadian yang sebenarnya. Ada 27 adegan," kata Ibrahim di lokasi.
Penyidikan hingga proses rekonstruksi dikatakan Ibrahim dilakukan secara transparan, terbuka, profesional dan normatif.
"Sesuai dengan aturan hukum sehingga kita betul-betul melaksanakan penyidikan ini sangat objektif," tegasnya.
Tentang motif pembunuhan, dikatakan Ibrahim Tompo, tidak ada motif dendam.
Motif tersangka Aseng melakukan pembunuhan, murni karena kesal terhadap korban.
Ibrahim juga memastikan jika Aseng tidak mengalami gangguan jiwa, sehingga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.
"Tetapi memang indikasi yang dilakukan tersangka ini aksi karena merasa kesal akhirnya terjadi kejadian seperti ini," katanya.
"Tidak perlu (hasil tes kejiwaan) karena memang tidak menunjukan adanya kelainan jiwa," sebutnya.
Dalam kasus ini, tersangka Henry sebelumnya hanya dijerat pasal 351 KUHAP tentang penganiayaan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia.
Setelah pendalaman, kini Aseng bisa dijerat pasal pembunuhan berencana.
Dari hasil penyidikan terbaru Direskrimum Polda Jabar, pelaku Aseng dapat dijerat pasal 340, 338, dan 351 KUHAP, dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun maksimal sampai seumur hidup dan hukuman mati.
Sumber: suara.com
Berita Terkait
-
Luis Milla Bicara Alasan Rombak Formasi Pemain Persib di BRI Liga 1 2022/2023 saat Melawan RANS Nusantara
-
Oknum Bobotoh Masih Terbawa Kebiasaan Lama, Akibatnya Tak Terduga
-
Ngeri! Begini Modus Pria Hidung Belang Lecehkan Bobotoh Perempuan di Tribun Penonton
-
Terpopuler: Persib Tekor Rp 450 Juta Gara-gara Ulah Oknum Bobotoh, Reka Ulang Saat Aseng Habisi Nyawa Purnawirawan TNI
-
Sadisnya Aseng Membantai Pensiunan TNI yang Kerja Jadi Sopir Mebel, TKP Lembang Disesaki Warga, Purnawirawan Ikut Marah
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Belajar dari Kasus Ponpes Pati: Ruang Pendidikan Gagal Hadirkan Rasa Aman
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3