Bisnis / Keuangan
Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa sebesar 146,2 miliar dolar AS pada April 2026, titik terendah sejak 2024 lalu. [Antara]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat cadangan devisa sebesar 146,2 miliar dolar AS pada April 2026, titik terendah sejak 2024 lalu.
  • Penurunan terjadi akibat penggunaan dana untuk pembayaran utang luar negeri serta upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.
  • Posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional untuk mendukung ketahanan sektor eksternal.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) 146,2 miliar dolar AS pada April 2026, menurun sebesar 2 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya.

Menurut Bloomberg, posisi cadangan devisa Indonesia di April adalah yang terendah sejak 2024. Ini terjadi karena cadangan dolar AS milik BI dikuras untukk membayar utang luar negeri pemerintah dan menjaga stabilis nilai tukar rupiah.

Cadangan devisa Bank Indonesia di empat bulan pertama 2026 sudah dikuras sebanyak 10,27 miliar dolar AS.

Bloomberg mengingatakan bahwa tergerusnya cadangan devisa bisa meningkatkan risiko penurunan rating kredit Indonesia oleh institusi dunia seperti Fitch dan Moodys.

Di saat yang sama, BI dinilai oleh beberapa pengamat sudah benar-benar mengerahkan segala cara yang berada dalam kuasanya untuk menjaga nilai tukar rupiah. Tapi rupiah terus anjlok dalam lebih dari sebulan terakhir.

Beberapa pengamat mengatakan pemerintah seharusnya ikut membantu BI menjaga nilai tukar rupiah, misalnya dengan mengembalikan kepercayaan investor yang tergerus melihat kebijakan fiskal yang dinilai tidak tepat.

Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)

Posisi cadangan devisa

Menurut BI posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar 148,2 miliar dolar AS, yang sekitar 2 miliar dolar AS sudah digunakan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026, menurut dia, setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Bank sentral juga meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ramdan.

Load More