/
Kamis, 08 September 2022 | 08:56 WIB
Salah satu pasar (Suara.com/Achmad Hafid Nurhabibi)

SuaraBandungBarat.Id - Setelah pemerintah Indonesia resmi menaikkan harga BBM pada Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB, mengakibatkan harga kebutuhan pokok ikut naik.

Tetapi berbeda dengan Kendari, Sulawesi Tenggara, naiknya harga BBM dinilai pedagang tidak terlalu berdampak terhadap sebagian besar harga bahan pokok masyarakat.

"Harga bahan bakar minyak (BBM) tidak terlalu berpengaruh, terutama di Kendari," ucap salah satu pedagang.

Hal tersebut diketahui pula saat Telisik.id mengunjungi salah satu pasar di daerah Mandonga, Kota Kendari, Selasa (06/09/2022).

Seorang pedagang beras, Syahril menuturkan, harga beras memang sudah naik bahkan sejak sebelum naiknya harga BBM.

Harga beras dipatok yaitu dari Rp 8.000 per liter menjadi Rp 8.500 per liter.

"Jadi ya normal-normal aja sich tidak terlalu bergejolak," ungkap Syahril.

Seperti diketahui, demo besar-besaran dari berbagai elemen seperti mahasiswa, buruh dan yang lainnya melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.

Sumber: suara.com

Baca Juga: Alasannya Demi PPP, Syarat Islah Mardiono dengan Suharso

Load More