- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, konsisten memperjuangkan penghapusan seluruh ambang batas pemilu tingkat nasional maupun daerah.
- Penghapusan ambang batas bertujuan menciptakan keadilan demokrasi dan memberikan kesempatan setara bagi semua partai politik peserta pemilu.
- DPR dan pemerintah akan membahas revisi RUU Pemilu yang melibatkan partai non-parlemen untuk menampung berbagai gagasan kebijakan.
Suara.com - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, menyatakan sikap partainya yang tetap konsisten memperjuangkan penghapusan seluruh kategori ambang batas (threshold) dalam pelaksanaan pemilihan umum, baik pada lingkup nasional maupun pemilihan di tingkat daerah.
Menurut pandangan Anis, penyesuaian regulasi tersebut diperlukan guna mewujudkan tata kelola demokrasi yang berkeadilan serta membuka ruang kesempatan yang seimbang bagi setiap kekuatan politik yang ada di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anis seiring dengan kesiapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pihak Pemerintah untuk memulai pembahasan draf Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.
"Partai Gelora secara prinsip memperjuangkan dihapuskannya segala bentuk threshold, baik untuk pusat maupun untuk daerah," jelas Anis saat memberikan keterangan di kawasan Jakarta Pusat.
Anis menambahkan bahwa draf argumen partainya mengacu pada perkembangan landasan hukum serta dinamika konseptual politik terbaru. Ia menilai bahwa implementasi penyederhanaan hambatan dalam proses demokrasi sudah selayaknya diterapkan secara komprehensif.
Langkah ini dipandang selaras dengan draf substansi konstitusi yang memberikan jaminan hak konstitusional bagi seluruh partai politik yang telah ditetapkan sebagai peserta pemilu.
Di samping memberikan catatan kritis terhadap aturan ambang batas pemilu, Anis Matta juga memberikan tanggapan mengenai bergulirnya wacana agenda pertemuan antara Komisi II DPR dengan jajaran partai politik di luar parlemen (non-parlemen).
Langkah koordinasi tersebut sebelumnya muncul berdasarkan instruksi yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Pertemuan lintas partai tersebut diproyeksikan sebagai instrumen konsolidasi guna memberikan kesempatan bagi kekuatan politik di luar DPR RI untuk ikut berpartisipasi menyumbang gagasan dalam perumusan materi kebijakan RUU Pemilu.
Baca Juga: Kenaikan BBM Tuai Kritik, DPR Mengaku Tak Pernah Diajak Berdiskusi oleh Pemerintah
Saat dimintai konfirmasi mengenai keterlibatan serta posisi resmi dari Partai Gelora dalam wacana tersebut, Anis mengonfirmasi bahwa saluran komunikasi antarpimpinan partai saat ini telah terbuka dan sedang berlangsung di lapangan.
"Dalam proses, komunikasi ada," tutur Anis
Berita Terkait
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Debat Panas PDIP ke Menkop: Koperasi Merah Putih Gak Jelas, Buka di Samping Kuburan!
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi
-
Natalius Pigai Minta Anggaran Bangun Kantor, DPR Nada Tinggi: Ini Beban, Negara Sedang Krisis!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123