SuaraBandungBarat.id – Brigjen Andi Rian Djajadi dan Irjen Ferdy Sambo, dua sosok yang kini tengah banyak diperbincangkan oleh publik, baik di media masa maupun media sosial lainnya. Dua orang tersebut yang merupakan perwira tinggi di tubuh Polri, melejit namanya ketika kasus pembenuhan berencana terhadap Brigadir J terkuak.
Brigjen Andi Rian Djajadi vs Irjen Ferdy Sambo jika dibandingkan pastinya akan menjadi wacana yang menarik. Apalagi, saat ini Brigjen Andi Rian Djajadi (nama lengkapnya Andi Rian Djajadi Riacudu Djajadi) adalah ketua tim penyidik kasus pembunuhan Brigadir Joshua. Sedangkan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana tersebut. Yang menarik, ada banyak persamaan dan perbedaan keduanya.
Hasil dari merangkum SuaraDenpasar dari berbagai sumber, kesamaan Brigjen Andi Rian Djajadi seputar asal, sekolah, dan kesatuan di kepolisian. Perbedaannya, dari usia, suku, agama, angkatan di kepolisian, maupun kemujuran dalam karier. Berikut beberapa kesamaan dan perbedaan Brigjen Andi Rian Djajadi dan Irjen Ferdy Sambo.
1. Asal Daerah, Agama dan Suku
Dari data yang didapat SuaraDenpasar dari Riwayat hidup Andi Rian dan Ferdy Sambo tercantum bahwa keduanya sama-sama berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Perbedaannya, Ferdy Sambo lahir di Kabupaten Barru, sedangkan Andi Rian Djajadi lahir di Ujung Pandang (kini Makassar).
Meski sama-sama dari Provinsi Sulawesi Selatan, keduannya berbeda suku. Ferdy Sambo bersuku Toraja. Sedangkan Andi Rian Riacudu Djajadi bersuku bugis. Keduanya juga berbeda agama. Andi Rian bergama Islam, Ferdy beragama Kristen.
2. Umur
Dilihat dari umur atau usia, selisih keduanya ternyata cukup jauh. Yakni mencapai hampir lima tahun. Persisnya selisih 4,5 tahun. Andi Rian Djajadi kelahiran 25 Agustus 1968, sedangkan Ferdy Sambo lahir pada 9 Februari 1973.
Maka, usia Andi Rian Djajadi saat ini sudah 54 tahun. Artinya tinggal 4 tahun lagi dia masuk usia pensiun. Sebab, usia pensiun anggota polisi adalah 58 tahun. Sedangkan Ferdy Sambo saat ini baru berusia 49 tahun. Karier Ferdy Sambo mestinya masih lebih panjang, walau pada 29 Agustus 2022 lalu melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), Ferdy Sambo disanksi pecat, namun masih mengajukan banding.
3. Sekolah
Soal sekolah, dari SD sampai SMA, Andi Rian Djajadi dan Ferdy Sambo sama-sama menghabiskan di Makassar. Patut diketahui, meski Ferdy Sambo kelahiran Kabupaten Barru, yaitu sebuah kabupaten di utara Makassar yang berjarak sekitar 100 kilometer atau 2 jam perjalanan darat, ayahnya disebut PNS di Kota Makassar.
Andi Rian sekolah SD di Makassar, SMPN 1 Makassar. Sedangkan Ferdy Sambo SD Khatolik Mamajang Makassar, dan SMPN 6 Makassar.
Baca Juga: Putri Candrawathi Tak Ditahan, Hasil Lie Detector Tak Diungkap ke Publik, Begini Alasannya
Walau begitu, keduanya adalah sama-sama alumni SMAN 1 Makassar atau biasa disebut Smansa Makassar. Perbedaannya, Ferdy tamat dari Smansa Makassar pada tahun 1991, sedangkan Andi Rian alumni 1987. Terlihat bahwa selisih alumninya cukup dekat, karena Ferdy masuk SD saat usia 6 tahun. Sedangan Andi Rian pada usia 7 tahun.
4. Pendidikan Akpol
Setelah tamat dari SMAN 1 Makassar atau Smansa Makassar pada 1987, Andi Rian Riacudu Djajadi masuk ke Akpol. Dia lulus Akpol 1991. Jelas, lebih dulu dibanding Ferdy Sambo yang baru lulus Akpol 1994.
Dengan demikian, pada 1991 Andi Rian Djajadi sudah berpangkat inspektur polisi dua alias Ipda. Sedangkan Ferdy Sambo baru dapat Ipda pada 1994.
5. Karier Kepolisian
Dalam hal karier kepolisian, sejatinya Andi Rian Riacudu Djajadi tergolong hebat. Setelah lulus Akpol 1991, Andi Rian mulai bertugas sebagai Pamapta di Polres Kotabaru Polda Kalimantan Selatan Tengah/ Kalselteng (sekarang bernama Polda Kalsel) sejak 1992.
Hebatnya, dalam setahun saja atau pada 1993, Andi Rian Djajadi sudah menjadi Kapolsek Batulicin di Kotabaru, Polda Kalselteng.
Sedangkan Ferdy Sambo baru menjadi polisi betulan pada 1995 dengan menjadi Pamapta Polres Metro Jakarta Timur. Baru pada 1999, Ferdy Sambo menjadi Wakapolsek Metro Matraman Polres Metro Jakarta Timur.
Berita Terkait
-
Putri Candrawathi Tak Ditahan, Hasil Lie Detector Tak Diungkap ke Publik, Begini Alasannya
-
Bharada E hingga Ferdy Sambo Jalani Tes Kebohongan, Pakar: Lie Detector Bisa Dikelabui
-
Sambo di Multiverse Lain, Belah dan Potong Durian di Pinggir Jalan, Warganet: Lebih Berkah
-
5 Fakta Mengejutkan Diungkap Bripka RR, Brigadir J Marah Lihat Kuat Ma'ruf Lakukan Ini, Perkosaan Istri Ferdy Sambo Hoaks?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Ini Pertimbangan Prabowo
-
Lompat ke Sungai Musi Saat Digerebek, Bandar Sabu Ditemukan Tewas Dua Hari Kemudian
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Aksi Mahasiswa Sumsel Kritisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Berlanjut di Palembang
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Perebutkan Gelar Juara di Kudus
-
Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?