SuaraBandungBarat.id - Baru-baru ini nitizen di hebohkan dengan video yang diunggah dalam akun@tiktok eks Danjen Kapasus Mayjen Soenarko yang gemas melihat kasus Ferdy Sambo yang di rekayasa.
Dugaan adanya rekayasa dan berbelit-belitnya kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo mematik kemarahan publik.
Mantan Danjen Kopasus Mayjen Soenarko pun ikut menyuarakan kekecewaan terhadap proses hukum yang tak berpihak pada keadilan.
Soal kasus ini, menurut Soenarko, kuncinya ada di Kapolri.
"Bisa, berani tidak? pemegang otoritas tertinggi itu Kapolri. Tidak ada pihak lain yang bisa mengendalikan Kapolri, kecuali Presiden," ujarnya
Soenarko juga mengingatkan Presiden. Dalam kasus ini, Presiden terhitung sudah empat kali meminta untuk dituntaskan secara terang benderang.
"Diingatkan sekali, dua kali, keplak kepala Kapolri. Ini Struktur Organisasi. Kalo gua yang jadi Presiden, gua tabok kepala Kapolri. Kenapa nggak dikerjakan.?'' ujar heran
Soenarko menghimbau ke Kapolri, kalau nggak berani, ya minta ganti.
@Sunarto Narto970 : "Ayo bos soenarko dan ucok habisi kejahatan yang sistem mastis terstruktur dan masif, jangan biarkan NKRI di Kuasai oleh penjahat hukum."ujarnya
Baca Juga: Ogah Tanggapi Somasi Rara Pawang Hujan, Pesulap Merah: Harusnya Minta Maaf yang Salah
@Rudy Cobra : "Jangan-jangan ada udang dibalik batu antara Sambo & Kapolri, udah jelas Sambo melanggar hukum berat tapi kasusnya bertele-tele."
@Zikril Hakim : "Copot Kapolri supaya bisa cepat tuntas ini kasus Sambo."
Hingga artikel ini tayang kami masih menunggu konfirmasi dari pihak Polri.
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
-
Sebut Alvin Lim Fitnah Institusi Polri, Sisno Adiwinoto: Rasanya Gemes dan Ngenes!
-
Potret Terbaru AKP Rita Yuliana Mencuri Perhatian, Kini Cantik Berhijab!
-
BSSN Gandeng Tim Siber Polri Untuk Hadapi Hacker Bjorka
-
Empat Data Penting yang Diduga Berhasil Diretas Hacker Bjorka, Terbaru Ungkap Dalang Pembunuh Munir
-
Mana yang Benar, AKBP Jerry Raimond Siagian atau Jerry Raymond Siagian? Ternyata Pernah Jadi Spri Kapolda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026