SuaraBandungBarat.Id - Setiap memasuki bulan September, tidak akan lepas dengan salah satu sejarah kelam bangsa Indonesia yaitu Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI).
Peristiwa itu memakan sejumlah korban dari kalangan jenderal TNI AD sehingga menyisakan duka yang mendalam.
Untuk mengenang jasa para pahlawan, jangan lupakan peristiwa sejarah gerakan 30 September.
Peristiwa G30S PKI sendiri terjadi pada tahun 1965, atau 57 tahun silam. Tapatnya yaitu pada tengah malam tanggal 30 September atau masuk tanggal 1 Oktober 1965.
Sebanyak enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat dibunuh secara sadis dan kejam dalam peristiwa tersebut.
Dapat dikatakan bahwa G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Pratai Komunis Indonesia (PKI) merupakan suatu pengkhianatan paling besar yang terjadi pada bangsa Indonesia.
Dalam tragedi berdarah ini melibatkan Pasukan Cakrabirawa serta Partai Komunis Indonesia atau PKI.
Gerakan 30 September
Peristiwa Gerakan 30 September atau G30S PKI terjadi pada tahun 1965 yang dimotori oleh Dipa Nusantara Aidit atau dikenal dengab DN Aidit, pemimpin terakhir PKI.
Baca Juga: Klub Arab Saudi Tawar Ronaldo dengan Gaji Rp 34,7 Miliar Per Minggu, Diterima?
Di bawah kendali DN Aidit, pergerakan PKI sangatlah nyata, meskipun diperoleh lewat sistem parlementer.
Ketua dari gerakan tersebut sangatlah gencar memberikan hasutan terhadap seluruh warga Indonesia agar memberikan dukungan kepada PKI.
Mereka mengiming-iming bahwa bangsa Indonesia akan lebih maju dan sentosa jika di bawah kekuasaan PKI.
Menurut beberapa pakar sejarah, D. N. Aidit sebagai tokoh utama dari gerakan PKI menjadi dalang utama dari adanya gerakan 30 September 1965 PKI ini.
Dalam melakukan tindakan makarnya, gerakan ini berjalan atas satu komando yang dipimpin oleh Komandan Batalyon I Tjakrabirawa, yakni Letnan Kolonel Untung Syamsuri.
Gerakan itu dimulai dari Kota Jakarta hingga Yogyakarta. Pada awalnya para komunis mengincar Perwira Tinggi dan Dewan Jenderal.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Coret 6 Pemain Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2023, Salah Satunya Mikael Tata
-
Dimana G30SPKI Terjadi? Ini Sejarah Singkatnya
-
Indonesia Robotic Team Ikuti Kompetisi First Global Chalenge 2022 di Jenewa Swiss
-
INI BARU LAKI! Tak Hafal Pancasila: Ketua DPRD Lumajang Akui Kesalahan dan Mundur dari Jabatan
-
Aplikasi Rekan Mudahkan Petani Tebus Pupuk di Kios
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement