SuaraBandungBarat.id - Kasus pengeroyokan kepada tiga mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung berbuntut panjang, dan kini para pelakunya tengah diburu pihak kepolisian.
Setidaknya, hingga saat ini pihak kepolisian telah memeriksa keterangan dari empat orang saksi terkait kasus yang sempat viral di media sosial tersebut. Hingga saat ini pihak kepolisian dari Polsek Panyileukan terus berupaya menghadirkan pihak-piahk yang terkait dengan peristiwa tersebut.
"Saksi-saksi sudah diperiksa 4 orang, sampai saat ini masih memanggil saksi karena pelaku masih tersamar identitasnya," kata Kapolsek Panyileukan Kompol Dadang Cahyadiawan mengutip dari AyoBandung--jaringan Suara.com
Selain memeriksa empat orang saksi, pihak kepolisian akan memeriksa petugas keamanan yang ada di UIN Bandung. Menurutnya petugas keamanan diduga mengetahui pelaku penganiayaan terhadap sejumlah mahasiswa tersebut.
"Dari keterangan, saksi-saksi belum bisa menunjukkan siapa-siapa tersangkanya," lanjut Dadang.
Dadang mengungkapkan, korban penganiayaan berinisial M, H, dan L mengalami luka memar di wajah, kepala, dan bahu. Polisi pun belum mengetahui secara persis motif dari penganiayaan tersebut.
Adapun peristiwa itu diduga terjadi pada Selasa, 30 September 2022, malam. Lokasi penganiayaan itu diduga tidak jauh dari tempat parkir Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung.
Aksi penganiayaan itu pun terekam dalam video berdurasi 21 detik yang beredar di media sosial. Pada video tersebut tampak ada seseorang yang memukuli sejumlah mahasiswa.
Sumber : Suara.com
Baca Juga: Anggaran Rp 14 Miliar Disiapkan Pemprov Kalbar untuk Perbaiki Ruas Jalan Sekadau-Rawak
Berita Terkait
-
Kasus Pengeroyokan Tiga Mahasiswa UIN Bandung, Empat Orang Saksi Diperiksa
-
Datangi Mapolda DIY, Pengacara Kasus Pemukulan di Holywings: Ada Upaya Obstruction of Justice
-
Santri Gontor Meninggal Karena Pengeroyokan, Hotman Paris Desak Dokter yang Menyebut Kematian Karena Sakit Diperiksa
-
Kepala Remaja Luka Parah, Diduga Dikeroyok Puluhan Anggota Geng Motor Pekanbaru
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Duo Mobil China Masuk 10 Besar Merek Terlaris di Indonesia, Jepang dan Korea Terancam
-
OJK Sumut Tindaklanjuti 573 Pengaduan Masyarakat, Sektor Perbankan Paling Banyak Disorot
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Isuzu Kantongi Pesanan 354 unit Kendaraan Niaga Selama GIICOMVEC 2026
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
River Ranger Jakarta Pilih Tersesat di Pedalaman Demi Solusi Warga, Kenapa?
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Bukan Cuma Bangun Rumah, Strategi KPR BRI Ini Ternyata Hidupkan UMKM di Daerah
-
DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu