/
Jum'at, 16 September 2022 | 10:52 WIB
Pengamat Militer, Connie Rahakundini Bakrie. pertanyakan kenegarawanan KSAD Jendral TNI Dudung Abdurachman. ((suara.com/Nikolaus Tolen))

SuaraBandungBarat.id - Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie kini angkat suara terkait persolaan KSAD Jendral TNI Dudung Abdurachman dengan Effendi Simbolon atas ucapan TNI mirip gerombolan

Connie sempat mempertanyakan sikap kenegarawanan KSAD dudung sebagai Jendral bintang empat, yang seharunya ia tahu koridor hukum dan jalur untuk menindak pernyataan Effendi Simbolon.

Pada pemberitaan yang dikutip suara.com,  upaya anggota DPR Effendi Simbolon telah melakukan permohonan maaf secara terbuka kepada semua prajurit TNI.

Bahkan Effendi sudah menghubungi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa secara langsung untuk menyampaikan permintaan maaf.

Effendi mengatakan bahwa Andika telah merespons komunikasi yang dibangun pada dua hari lalu melalui WhatsApp. 

Effendi juga sudah secara langsung menyambangi Andika untuk meminta maaf.

"Kemarin saya jam 12.00 ada di kantor beliau. Saya ingin poin menanyakan sikap-sikap dari TNI dan juga saya menyampaikan maaf saya. Saya mendahului dari yang difasilitasi oleh pak ketua saya dan panglima menyampaikan tidak jadi masalah," kata Effendi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Pada waktu yang sama, dua hari lalu, selain Panglima TNI, Effendi turut menghubungi KSAD Jenderal Dudung Abdurachman untuk menyampaikan pemohonan maaf serupa. Tetapi diakui Effendi, Dudung belum merespons, setidaknya hingga Rabu siang.

"Ke Pak Dudung belum direspons. Saya sudah minta waktu, saya akan hadir sendiri. Saya bertanggung jawab apa yang saya sampaikan, saya bertanggung jawab apa yang menjadi sikap, apa yang saya sampaikan dan itu pertanggungjawaban saya kepada Tuhan," kata Effendi.

Baca Juga: Tajamnya Kritik Najwa Shihab ke Polisi Hedon yang Suka Pamer Harta: Nggak Malu Pakai Cincin Miliaran

Effendi Simbolon meminta maaf atas ucapannya yang menyebut TNI mirip gerombolan. Permintaan maaf itu ia tujukan kepada para prajurit TNI baik yang masih berdinas maupun telah purna.

Effendi menegaskan bahwa tidak ada maksud dari dirinya untuk menyudutkan TNI. Sebaliknya ia ingin TNI semakin solid dan kuat.

Sementara disisi lain,  Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan panggil KSAD Jendral TNI Dudung terkait perintah untuk menyikapi pernyataan anggota Komisi 1 DPR RI  Effendi Simbolon.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang atas jabatan Dudung Abdurachman sebagai KSAD.

"Ini yang menjadi korban anggota prajurit yang mengikuti perintah KSAD buat serangan seperti ini. Saya jadi bingung, program KSAD ini, Menurut saya penggunaan TNI itu bukan KSAD, penggunaan TNI itu ada di Presiden ," ujar pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie, Rabu(14/09/2022).

Connie juga mempertanyakan sikap negarawan Dudug sebagai Jendral bintang empat. sebab sebagai KSAD, Dudung pastinya tahu koridor hukum dan jalur untuk menindak atau memperlakukan pernyataan dari Effendi Simbolon.

Dia bisa langsung datang melaporkan Effendi Simbolon ke MKD , tanpa harus memerintahkan prajuritnya untuk menyikapi pernyataan tersebut.

"TNI itu satu komando tinggal Dudung sebagai KSAD merasa keberatan sampai ke MKD, sampaikan kepada ketua DPR keberatannya, bukan memerintahkan seperti ini," sambung Connie.

Sumber : Suara.com

Load More