SuaraBandungBarat.id - Ratusan pererta aksi massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) unsur datangi kantor Bupati Cianjur melakukan unju rasa di Jalan raya Siliwangi, pada, Senin (26/09/2022).
Dalam tuntutannya peserta aksi massa menolak kebijakan Pemerintah pusat atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Berdasarkan pantau awak media peserta aksi massa masih bertahan sampai sore hari, hingga hal tersebut mengakibatkan alur lalulintas jalan Siliwangi sempat lumpuh.
Masa Aksi pun meminta bertemu langsung dengan Bupati Cianjur Herman Suherman, namun menurut kabar Bupati sedang ada kegiatan di luar kantor.
Koordinator Aksi, Luthfi Ashidik dalam keterangan tertulisnya menegaskan, kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah bawah.
Hal ini dapat mempercepat terjadinya inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia, kenaikan harga BBM tentu menyentuh inflasi secara umum karena akan merambat keseluruh sektor termasuk harga - harga komoditas kebutuhan dasar masyarakat.
Menaikan harga BBM juga mengganggu perputaran roda ekonomi dalam sector - sektor strategis negara sebagian besar aktivitas perekonomian nasional terutama sektor tranportasi, industri, pertanian, kelautan, perikanan parawisata dan yang lainnya akan sangat terdampak.
"Alih- alih menaikan harga BBM bersubsidi, semestinya perintah fokus untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi, selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat banyak praktik mafia BBM bersubsidi yang sangat merugikan rakyat dan negara", kata Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/09).
Luthfi menyebutkan, dari persoalan latar belakang terkait persoalan kenaikan harga BBM Bersubsidi tersebut, maka BEM Universitas Suryakancana menyatakan sikap, meliputi:
Baca Juga: Gereja Ortodoks Rusia: Tentara yang Tewas dalam Invasi ke Ukraina Akan Dihapuskan Dosa-dosanya
(1). Tindak lanjut pemerintah terhadap aksi masyarakat menolak kenaikan BBM.
(2). Menunda atau membatalkan pemindahan IKN.
(3). Pemerintah harus menjamin harga dan ketersediaan bahan pokok serta dapat menaikan perekonomian rakyat dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
(4). Transparansi dana APBN.
(5). Mendesak Presiden RI memeriksa BPH Migas serta membuka data terkait konsumsi BBM bersubsidi perhari skala nasional.
Solusi subsidi BBM membengkak tidak harus menaikan harga BBM seharunya pemerntah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus