SuaraBandungBarat.id - Baru-baru ini nitizen digemparkan dengan beredarnya kabar tentang narasi Partai Komunis Indonesia (PKI) menyiapkan anggaran dana hingga Rp5 triliun untuk memuluskan Presiden Jokowi sampai 3 periode.
Diketahui informasi tersebut berasal dari unggahan akun @Gusmail30414192 di jejaring media sosial Twitter.
Dalam cuitannya, akun itu mengunggah foto yang berisi narasi PKI menganggarkan uang Rp5 triliun demi memperpanjang masa jabatan Jokowi sebagai presiden hingga 3 periode.
Adapula narasi yang meminta pemilu 2024 untuk ditunda, supaya jabatan Jokowi bisa ditambah 2 tahun.
Begini narasi yang dituliskan dalam caption unggahan foto tersebut.
"Siasat cebong sama PKI".
"Salam perjuangan kita sudah melakukan tahapan dua pilpres, tetapi hasilnya belum cukup. Usahakan agar Jokowi 3 periode, kalu bisa pilpres 2024 ditunda minimal jabatan Jokowi ditambah 2 tahun".
Sambungnya,"Kalau masih sulit usahakan ketua KPU 2023 dari Banser, pertahankan Ketua MK, nikahkan dengan saudara kandung Jokowi, kita akan anggarkan 5 Trilyun untuk KPU, MK, Vharta Politica, dan Polisi".
"Jika ada orang-orang yang menghambat, baik dari Tokoh Nasionalis, Tokoh Agama,atau Mahasiswa, atau elemen lain habisi mereka". Cq : Luhur Binsar Panjaitan, Hendro Priono, Kapolri.
Baca Juga: Apa Itu Pedofil? Kenali Penyebab dan 7 Ciri-cirinya
Dilansir dalam laman Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim PKI menyiapkan anggaran dana Rp5 triliun demi muluskan Jokowi 3 periode adalah salah.
Saat dikonfirmasi terkait beredar kabar tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa faktanya klaim itu tak benar alias Hoaks.
Mahfud MD menyampaikan pembahasan soal penambahan periode masa jabatan presiden 3 periode sudah tutup buku atau tak ada lagi.
Terlebih lagi, PKI sudah lama dibubarkan sebab dinilai menjadi organisasi terlarang di Indonesia.
Hal tersebut berdasarkan dan tertera di TAP XXV/MPRS/1966 adalah TAP Tentang Pembubaran PKI.
Kesimpulan
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan