Suara Denpasar - Banyak yang masih bertanya apa itu pedofil dan apa saja ciri-cirinya. Ahli kesehatan menyebut pedofil adalah kelainan seksual yang harus diwaspadai.
Pedofila merupakan kelainan seksual yang memiliki ketertarikan kepada anak-anak. Pedofil adalah sebutan bagi seseorang yang mengidap pedofilia.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan, pedofilia biasanya tertarik kepada anak-anak maupun remaja yang berusia di bawah 13 tahun. Mereka disebut pedofilia apabila usianya tak kurang dari 16 tahun dan kelainan itu sudah berlangsung selama 6 bulan.
Dari laman yang sama dijelaskan sebagian besar pedofil berjenis kelamin laki-laki. Kemudian korbannya bisa anak perempuan maupun laki-laki, atau keduanya.
"Penderita pedofilia berusia lebih dari 16 tahun dan minimal lima tahun lebih tua dari si anak," tulis Kemenkes dikutip Suara Denpasar, Se;asa 27 September 2022.
Kemudian aktivitas pedofilia hampir dua kali lebih mungkin diulang oleh orang-orang yang tertarik pada laki-laki. Biasanya, para pedofil melakukan manipulasi dan cara-cara untuk menarik kepercayaan dan simpati anak-anak.
Penyebab?
Pedofilia bisa mengancam siapa saja dan sebagai orang tua harus mewaspadainya. Ada sejumlah penyebab pedofilia.
Dikutip dari laman Halo Sehat, hingga saat ini belum diketahui dengan jelas karena kelainan psikoligis ini baru dipelajari lebih lanjut. Selain itu, pedofil bisa dilatari perbedaan karakteristik dan latar belakang pada setiap orang.
Baca Juga: Dulu Disunatin, Sekarang Kang Dedi Bantu Bangun Rumah Nikey
Akan tetapi, banyak ahli berpendapat bahwa penyebab utama datang dari faktor psikologi sosial, bukan biologis. Sejumlah dokter merumuskan bahwa latar belakang keluarga yang tidak normal bisa menjadi penyebab seseorang menjadi pedofil.
Misalnya, dilecehkan pada usia dini, akan tetapi angka kasus ini tidak banyak, sehingga tidak pasti menyebabkan pedofilia.
Pada tahun 2022, ahli merumuskan sejumlah faktor dan teori-teori dalam menentukan penyebab pedofilia.
Faktor tersebut sebagai berikut:
1. IQ rendah dan ingatan jangka pendek
2. Kurangnya white matter pada otak
3. Kurangnya testosteron
4. Masalah-masalah otak
5. Masalah pada otak adalah penyebab yang paling diterima di antara faktor-faktor tersebut. Sebab, orang normal, melihat anak-anak membuat otak mereka secara spontan menghasilkan gelombang saraf untuk meningkatkan insting-insting melindungi dan menyayangi. Namun para pedofil, gelombang saraf tersebut terganggu dan berakibat meningkatnya gairah seksual.
7 Ciri Ciri Pedofil
Sementara dilansir dari Thoughtco, ada beberapa ciri pedofilia yang perlu diwaspadai orang tua. Berikut adalah cirinya:
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena