/
Jum'at, 30 September 2022 | 12:08 WIB
Kenang-kenangan milik Alpiah Makasebape tentang Ade Irma Suryani (Antara)

Meski tertembak, gadis kecil tersebut tak menangis. Setelah pasukan Tjakrabirawa meninggalkan rumah mereka, ibu Johan lekas membawa putri kecilnya ke rumah sakit.

Selama perawatan di rumah sakit, Ade Irma tak pernah menangis maupun mengeluh. 

Gadis kecil ini sempat mendapat perawatan selama 6 hari di RS Pusat Angkatan Darat Jakarta.

Namun pada tanggal 6 Oktober 1965, nyawanya tak terselamatkan karena luka tembakan sebanyak tiga peluru di punggungnya Ade Irma.

Kemudian dimakamkan di kawasan Kebayoran Baru, tepat di sebelah Kantor Walikota Jakarta Selatan. 

Di makam tersebut tertulis kalimat mengharukan dari sang ayah yang berbunyi sebagai berikut:

"Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu," untuk mengenangnya, nama Ade Irma Suryani digunakan untuk nama jalan, nama panti asuhan, dan nama monumen yang ada di sekitar makamnya.

Itulah ulasan mengenai profil Ade Irma Suryani, puteri dari Jenderal AH Nasution yang jadi korban tewas tertembak oleh pasukan Tjakrabirawa pada peristiwa G30S PKI.

Sumber: suara.com

Baca Juga: Pemprov DKI Ajak Berinovasi Melalui Jakarta Innovation Days

Load More