/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:18 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

SuaraBandungBarat.Id - Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Arema FC menjamu Persebaya Surabaya hingga menewaskan ratusan orang menjadi sorotan sejumlah media asing, khususnya di Inggris.

Sejatinya, sejak awal pertandingan Arema FC vs Persebaya berjalan kondusif, tak ada tanda-tanda bakal terjadi kerusuhan. 

Di mana suporter Persebaya juga sudah jauh hari dilarang ikut nonton langsung ke Kanjuruhan. 

Sehingga, hampir sebagian besar pendukung adalah suporter Arema yang biasa disebut Aremania.

Namun, saat laga berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya, ribuan suporter yang kecewa merangsek masuk ke dalam lapangan. 

Hingga terjadilah tragedi paling memilukan di dunia sepakbola Indonesia, bahkan bisa jadi paling kelam dalam sejarah sepakbola di dunia!

Media ternama Inggris, Daily Ekspress misalnya, dalam tulisanya media itu menulis judul 100 suporter tewas. 

Di mana sumber pemberitaannya berasal dari media sosial netizen Indonesia.

Lalu Daily Star juga menulis hal yang sama, di mana berdasarkan sumber kepolisian korban tewas mencapai 127 orang.

Baca Juga: Dilansir Dari Situs Resmi Arema FC : Manajemen Arema FC Menyampaikan Duka Cita Mendalam

Hal sama juga dimuat oleh laman Mirror, media itu memuat judul: 127 football fans killed in mass riot involving tear gas as league suspended.

129 Orang Tewas

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Minggu (2/10/2022) dini hari. 

Dari 129 orang meninggal dunia, dua di antaranya adalah anggota polisi.

Kapolda Nico menjelaskan, dari ratusan korban tewas itu, 34 di antaranya meninggal di Stadion Kanjuruhan. 

Sementara lainnya meninggal dunia saat berada di sejumlah rumah sakit di Malang.

Load More