SuaraBandungBarat.id - Kelakuan tidak terpuji dua oknum polisi pada saat mengantarkan kue ultah TNI yang ke-77 di Papua menjadi sorotan banyak pihak. Perbuatan ini memungkinkan menjadi pemicu terjadinya konflik horizontal antar institusi negara yang sama-sama dipersenjatai.
Pasalnya, nampak dalam video viral tersebut, seolah-olah mau menjilat kue TNI, lantas ada redaksi kalimat yang bernada mengolok-olok TNI dalam perbincangan tersebut.
Diketahui sebelumnya, perilaku Bripda Daut dan Bripda Fahri dua anggota Polda Papua yang menjilat kue ulang Tahun TNI viral di media sosial setelah diunggah akun Twitter @b*diyant*_ra*f.
Dalam video berdurasi 10 detik, terlihat mereka berseragam lengkap berada di dalam sebuah mobil.
Tepat di hadapan mereka ada sebuah kue ulang tahun yang diduga akan dikirimkan dalam peringatan hari jadi TNI. Salah satu dari mereka dengan wajah yang ceria kemudian menjilat kue ulang tahun tersebut.
Masih di media sosial Twitter, yang diduga potongan dari video sebelumnya, merekam kue ulang tahun TNI yang diduga mirip dengan yang dijilat. Terdengar suara ucapan selamat ulang tahun bernada mengejek.
"Selamat ulang tahun...., semoga tidak panjang umur," bunyi suara mereka sambil tertawa.
Kini dua anggota Polantas Polda Papua Barat, Bripda Daut dan Bripda Fahri dihadapkan pada ancaman dipecat secara tidak hormat.
Pernyataan tersebut diungkap Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi. Dia menyebut, saat ini keduanya sedang menjalani masa penahanan selama 30 hari.
Baca Juga: 5 Tanda Kulit Over Exfoliation, Begini Cara Mengatasinya
"Ditahan 30 hari," kata Adam saat dihubungi wartawan, Rabu (5/10/2022) kemarin.
Ungkap Adam, bahwa sebelum selesai menjalani penahanan selama 30 hari, keduanya akan menjalani sidang etik internal Polri. Bripda Daut dan Bripda Fahri pun kini terancam pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) atau dipecat daeri Polri.
"Ancaman bisa terancam pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH)," kata Adam.
Sebelumnya diberitakan, Dirlantas Polda Papua Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono meminta maaf atas perbuatan kedua anggotanya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Oknum Polisi "Penjilat" Terancam Pecat, Polisi ke TNI: Selamat Ulang Tahun...., Semoga tidak Panjang Umur
-
Polisi Yang Jilat Kue dan Hina TNI Langsung Ditahan, Ini Penampakannya
-
Ucapkan Selamat Ulang Tahun, Oknum Polisi Ini Diduga Lecehkan Institusi TNI hingga Kena Hukuman
-
Tampang Dua Oknum Anggota Polisi Yang Jilat Kue dan Hina TNI Langsung Ditahan, Publik: Makin Kesini Makin Menjadi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Masyarakat Diajak Pilih Logo Resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas