/
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 14:10 WIB
Pintu 13 Stadion Kanjuruhan 1 (Suara.com/Yuliharto Simon)

SuaraBandungBarat.Id - Polri terus membuka fakta sejelas-jelasnya, mengenai tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi pada, Sabtu (01/10/2022).

Teka-teki kenapa pintu 13 stadion tidak dibuka, hingga akhirnya menjadi lokasi paling banyak korban meninggal dunia di sana. Bahkan pintu yang lainnya hanya dibuka 1,5 meter.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, para steward atau orang-orang yang mengurusi infrastruktur stadion rupanya diperintahkan agar meninggalkan pintu keluar. 

Akibatnya beberapa pintu ada yang hanya dibuka 1,5 meter dan yang lainnya masih tertutup.

"Pintu dibuka, namun tidak sepenuhnya hanya berukuran kurang lebih 1,5 meter dan para penjaga atau Steward tidak berada di tempat," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dikutip dari timesindonesia.co.id jejaring media suara.com, Kamis (06/10/2022).

Intruksi untuk tidak membuka pintu keluar tersebut dilakukan oleh salah satu tersangka yang telah ditetapkan oleh Polri, yakni Security Officer bernama Suko Sutrisno.

Buntut dari tertutupnya pintu keluar tersebut, ribuan Aremania pun harus berdesak-desakan. 

Terlebih, gas air mata pun juga terus ditembakkan hingga asap mengepung para suporter Aremania.

Hal ini lah yang mengakibatkan para penonton terutama yang berada di tribun panik dan pedih. 

Baca Juga: Kebenaran dan Alasan Rizky Billar Lempar Lesti Pakai Bola Biliar Terjawab, Bahaya Kepala Bisa Pecah

Kemudian berbondong-bondong menuju pintu keluar yang kala itu masih tertutup.

"Di satu sisi, tembakan tersebut dilakukan dengan maksud untuk mencegah adanya penonton yang kemudian turun ke lapangan. Itu dicegah," ungkapnya.

Kapolri merincikan kronologinya. Setelah tembakan dilakukan, ribuan suporter yang panik berusaha keluar, terutama yang paling disoroti adalah gate 13, 11, 12, 14, dan 3.

Padahal, kata Kapolri, telah ada aturan yang seharusnya pintu sudah terbuka beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. 

Tetapi, hal ini tidak dilakukan hingga akhirnya seseorang yang memberi perintah tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka.

"Penonton yang berdesak-desakan di pintu-pintu tersebut hampir 20 menit. Hal itu terlihat dalam CCTV," imbuhnya.

Load More