SuaraBandungBarat.id- Buntut dari tragedi kerusuhan stadion Kanjuruhan Malang, Kapolda Jawa Timur (Jatim) yang sebelumnya dijabat Irjen Nico Afinta kini ia menduduki jabatan Sahlisosbud Kapolri atau Staf Ahli Bidang Sosial Budaya di Mabes Polri. Sebagai penggantinya, Irjen Teddy Minahasa yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) kini menjadi Kapolda Jawa Timur.
Hal tersebut seperti tertuang dalam telegram yang dikeluarkan Mabes Polri pada Senin (10/10/2022) kemarin.
Rotasi dan mutasi jabatanpun terjadi di internal Polri diantaranya, jabatan Kapolda Sumbar dijabat Irjen Rusdi Hartono yang sebelumnya merupakan Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri. Selain itu, Brigjen Asep Suheri yang sebelumnya menjabat Dirtipidsiber Bareskrim Polri, kini menjabat Wakabareskrim Polri.
Jabatan Ditipidsiber Bareskrim Polri dijabat Kombes Adi Vivid Agustadi Bachtiar yang sebelumnya ditugaskan sebagai PD Setmilpres sebagai Ajudan Presiden.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dihubungi membenarkan adanya mutasi tersebut.
"Ya betul mas, tour of duty dan tour area," katanya.
Ia mengemukakan, mutasi tersebut merupakan hal yang lumrah dalam tubuh Polri dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Pencopotan Kapolda Jatim ini terkait dengan Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia - total sebanyak 131 jiwa melayang. Sebelumnya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan sejumlah perwira Satuan Brimob Polda Jatim juga dicopot imbas dari Tragedi Kanjuruhan ini.
"Mutasi adalah hal yang alamiah dalam organisasi dalam rangka promosi dan meningkatkan kinerja organisasi," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.
Melihat tragedi kemanusiaan ini dalam sejarah sepakbola Dunia korban meninggal akibat kerusuhan terbanyak pernah terjadi di Negara Peru, Ghana dan Posisi ketiga di isi Oleh Indonesia dengan Korban meninggal 127 Orang.
Sebelumnya, berbagai pihak mendesak agar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dicopot, sebagai buntut terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Salah satunya disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul bicara soal investigasi.
Menurutnya masih perlu dilakukan investigasi lebih mendalam untuk mencari tahu, apakah memang ada kesalahan yang nantinya mengarah kepada Nico terkait tragedi Kanjuruhan atau tidak.
"Investigasi lapangan yang menghasilkan apa. Temuan lapangannya menunjukkan apa. Itu kan dibentuk tim. Sama seperti kemarin tim Sambo, yang terlibat siapa saja," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Sementara itu, Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan harus segera ada pihak yang bertanggung jawab dari tragedi Kanjuruhan. Salah satunya, ialah Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.
Fadli memandang wajar apabila Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian mencopot Nico. Fadli justru menyarankan hal itu segera dilakukan, sebagaimana desakan banyak pihak.
"Harus ada yang bertanggung jawab. Kalau saya lihat sih kapolda juga diganti saja, kan itu aspirasi masyarakat juga," ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).
Sebelum menunggu pencopotan resmi dari Polri, menurut Fadli, seharusnya Nico juga dapat lebih sensitif menanggapi desakan mundur dirinya. Nico diharapkan dapat memilih di antara dua pilihan, mundur atau tunggu pencopotan tuturnya.
Sumber : Suara.Com
Berita Terkait
-
Kapolda Jatim Dicopot, Ajudan Jokowi Naik Jadi Jenderal
-
Cegah Tragedi Kanjuruhan Terulang, Bakal Ada SOP Baru Penggunaan Stadion Wibawa Mukti
-
Terpopuler: Tersangka Tragedi Kanjuruhan Minta Keadilan, Istilah 'Nasdrun' Dinilai Merusak Demokrasi
-
Arema Menggugat: Penetapan 6 Tersangka Kanjuruhan Tidak Membuat Masalah Selesai, Itu Baru Langkah Awal
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026