SuaraBandungBarat.id-Dimas Seto membagikan momen kebersamaan bersama almarhum ustadz Steven Indra Wibowo semasa hidupnya.
Koh Steven yang merupakan pendiri Mualaf Center Indonesia ini, meninggal dunia di Surabaya pada Jumat (14/10/2022) malam.
Dimas Seto membagikan kebersamaan bersama almarhum melalui akun Instagram miliknya @dimasseto_1 pada saat memberikan bantuan kepada para korban gempa Lombok pada 20 Agustus 2018 lalu.
Dalam unggahannya, Dimas Seto menyebut, sosok almarhum merupakan orang yang tidak pernah lelah menebar kebaikan kepada sesama.
"Innalilahi wa innailaihi roji'un, hari ini kita kehilangan sahabat yg tidak pernah lelah menyebar kebaikan," begitu tulis Dimas Seto.
Ia pun mengutarakan, kebersamaan bersama Koh Steven saat mengunjungi korban bencana gempa bumi Lombok tersebut merupakan momen yang tidak dapat dilupakan.
"Kenangan bersamanya tidak pernah bisa terlupakan, bencana Lombok 20 Agustus 2018, beliau mendampingi kami kepelosok untuk mengantarkan amanah kawan kawan," sambungnya.
Dimas pun menyebut, almarhum ( Koh Steven) merupakan orang yang total dalam membantu sesama terlebih korban bencana alam. Bahkan almarhum membantu korban bencana sampai menetap beberapa bulan.
"Doa terbaik buat antum koh, banyak sekali orang yang kehilangan kokoh, tapi kebaikan kokoh selalu berbekas dihati kami semua," tutupnya. (*)
Baca Juga: Anies Baswedan Bersyukur Warga Begitu Antusias Datang ke Balai Kota di Hari Terakhirnya
Sumber: Instagram Dimas Seto (@dimasseto_1)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026