SuaraBandungBarat.id- Pasangan muda Dinda Hauw dan Rey Mbayang memilih berkonsultasi dengan dokter terkait penggunaan obat pada anaknya.
Hal tersebut dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di tengah maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak-anak.
Ia mengatakan, menyikapi hal tersebut Dinda Hauw bersama suami lebih meningkatkan kewasapadaan terhadap anak kesayangannya.
“Aku sama rey lebih worry lagi lebih konsen lagi kasih asupan untuk anak gitu, pasti kita pilih yang terbaik lah gitu,” katanya seperti dikutip dari YouTube Cumicumi, Sabtu (22/10/2022).
Ia menambahkan, hingga saat ini terkait kesehatan anak dirinya lebih memilihi untuk konsultasi terlebih dahulu kepada dokter.
“Dan saat ini tu, kita langsung konsul sama dokter apapun, misalkan lagi sakit bahkan untuk vitaminnya saja kita konsul ke dokter,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya saat ini memilih untuk menghentikan sementara penggunaan obat sirup tertentu pada anak sesuai dengan arahan dari pemerintah.
“Dan saat ini masih setop dulu sampai suasananya membaik terus apat infonya sudah. Jadi memang belum tau nih solusinya seperti apa solusinya. Kita paling langsung tanya ke dokter sarannya seperti apa,” katanya.
Sementara sang suami, Rey Mbayang mengatakan, pihaknya lebih fokus kepada upaya mencegah dengan menjaga kesehatan keluarganya dalam kondisi seperti saat ini.
“Konsennya sekarang adalah bagaimana tetap sehat , bagaimana agar kita tidak sakit. Pola tidur, pola makan, pola hidup kita atur,” tuturnya.
Sumber: YouTube Cumicumi
Berita Terkait
-
Ibu Curhat Mata Anak Bengkak Gegara Sering Main Hp, Warganet Curiga Ada Unsur Kekerasan
-
Dua Anak di Sultra Diduga Meninggal karena Ginjal Akut, Sampel Darah Dikirim ke Laboratorium Kemenkes
-
Ada 102 Obat Sirup Disebutkan Menkes Diduga Menjadi Penyebab Anak Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius, Berikut Daftarnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026