SuaraBandungBarat.id - Anne Ratna Mustika atau biasa dipanggil Ambu Anne menjadi sorotan publik karena adanya kabar ia gugat cerai suaminya (Dedi Mulyadi).
Adanya kabar tersebut membuat publik terkejut. Karena rumah tangga mereka tidak pernah diterpa isu bahkan selalu kelihatan harmonis.
Alasan Ambu Anne menggugat suaminya karena melanggar hak-hak istri menurut islam.
“Alasannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hak-hak sebagai seorang istri dan tentu saja karena saya muslim, tentu saja mengacu kepada syariat islam” Ucap Ambu Anne, Sabtu (29/10/2022).
Gugatan cerai tersebut tampaknya sudah mencapai final. Ambu Anne tampak serius dengan proses gugatan cerai ini.
Ambu Anne mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Purwakarta dan sidang sudah dilaksanakan 3 kali terakhir sejak September lalu.
Kehadiran Dedi Mulyadi dalam proses persidangan sangat membantu dirinya (Ambu Anne), karena bisa untuk mempercepat proses gugatan cerai yang berlangsung.
“Berharap akan mempercepat proses” Ucap Anne saat ditanya tentang kehadiran Dedi
Setelah itu, Dedi pun keluar dari ruang persidangan dan ia ditanya soal tanggapan proses perceraian dirinya dengan sang istri.
Baca Juga: SMRC: Elektabilitas PDIP Naik, Gerindra Stabil, Partai-partai Lain Turun
“Saya pernah jadi wakil bupati 5 tahun, jadi bupati 10 tahun, selama menjabat enggak pernah gugat cerai. Tapi begitu saya tidak jadi bupati, istri jadi bupati saya digugat cerai” ujarnya
Namun terlepas dari tanggapan Dedi. Dibalik keputusan dan persidangan gugatan cerai Anne. Ternyata, ada sosok yang telah mendukung keputusan Anne untuk menggugat cerai suaminya.
Sosok tersebut membeberkan bahwa Anne sudah sabar selama 6 tahun lamanya dan akhirnya ia sampai di titik melayangkan gugatan cerai tersebut.
Ia juga telah mengatakan bahwa Ambu Anne sudah berdiskusi dengan pihak keluarganya dalam mengambil keputusan (cerai) tersebut.
“Ya pada dasarnya Ambu Anne sudah mendiskusikan memusyawarahkan segala sesuatunya, jadi memang keputusan Ambu Anne untuk gugatan ini sudah final, sudah yakin 100 persen, jadi enggak ada keraguan sama sekali” Ucapnya.
Sosok yang mendukung keputusan Anne ternyata adalah kakak kandungnya yang bernama Rahmat Setiadi (*)
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Sindir Ambu Anne, Ungkit Jadi Bupati Purwakarta karena Kerja Kerasnya
-
Sosok Bertopi Merah Ini Ungkap Fakta Mengejutkan Dedi Mulayadi 7 Tahun Lalu
-
Haru! Dedi Mulyadi Curhat di Makam Sang Ibu: Semoga Ini yang Terbaik!
-
Keren! Cari Penyebab Pencemaran Sungai, Dedi Mulyadi Rela Berlumuran Lumpur
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Cuma Rp50 Jutaan! 5 Mobil Bekas Irit dan Bandel, Pas Buat Keluarga Baru
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Motif Masih Gelap: Teka-teki Mayat di Kebun Jagung Jombang Akhirnya Terungkap
-
Menteri Pariwisata Dorong Perpanjangan Runway Bandara di Mentawai
-
Nestapa Pasutri di Cilegon, 3 Hari Tidur di Emperan Toko Usai Diusir dari Kontrakan
-
Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat
-
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Evaluasi Lintasan Sebidang dan Sistem Sinyal
-
5 Rekomendasi Lip Tint untuk Bibir Hitam Agar Cerah dan Merona
-
Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia
-
Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif