- Dominique Camila Olortigue Quispe asal Chile tewas dibunuh setelah dijebak pelaku dalam sebuah acara pertukaran kartu Pokemon.
- Pelaku utama Bastian Carvajal Donoso memanfaatkan reputasi palsu untuk merampas koleksi kartu Pokemon bernilai tinggi milik korban.
- Kepolisian Chile menetapkan dua tersangka setelah bukti CCTV dan investigasi memastikan korban tidak pernah keluar dari apartemen.
Suara.com - Kasus hilangnya Dominique Camila Olortigue Quispe, seorang penjual kartu Pokemon asal Chile, berakhir dengan kabar tragis.
Perempuan berusia 20 tahun itu dipastikan menjadi korban pembunuhan berencana setelah menghilang sejak 13 Maret 2026.
Penyelidikan mengungkap bahwa motif utama pelaku adalah mengincar koleksi kartu Pokémon milik korban yang memiliki nilai tinggi.
Fenomena ini mencerminkan perubahan tren, di mana kartu Pokemon kini tidak lagi sekadar hobi, melainkan aset investasi bernilai fantastis.
Popularitas kartu langka seperti Pikachu Illustrator bahkan sempat mencuri perhatian dunia setelah terjual dengan harga fantastis dalam sebuah lelang oleh Logan Paul.
Di Indonesia sendiri, nilai kartu langka juga terus meningkat dan mulai diburu kolektor. Namun, tingginya nilai ekonomi ini turut memunculkan risiko kriminal.
Dalam kasus Dominique, korban awalnya diundang ke sebuah acara tukar-menukar kartu yang disebut sebagai 'private event'.
Undangan tersebut diklaim hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, sehingga membuat korban percaya dan datang tanpa pendamping.
Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian Chile, pelaku utama Bastian Carvajal Donoso, memanfaatkan reputasi palsu sebagai pedagang berpengalaman untuk meyakinkan korban.
Baca Juga: Ritual Pengusiran Setan Berujung Maut, 2 Nyawa Melayang, Pelaku Bebas dari Hukuman
Ia disebut telah membangun citra sebagai sosok terpercaya di komunitas jual-beli kartu Pokémon.
Menukil dari laporan Canal 13 Chile, kecurigaan keluarga muncul sehari setelah Dominique menghilang. Ibunya menerima pesan dari nomor korban yang mengaku sedang berada di Peru.
Namun, gaya bahasa yang digunakan dinilai tidak biasa, sehingga memicu kekhawatiran.
Pelacakan sinyal ponsel kemudian menunjukkan bahwa perangkat tersebut tidak pernah keluar dari Santiago.
Bukti rekaman CCTV memperkuat dugaan kejahatan. Dominique terlihat terakhir kali bersama pelaku di sekitar Metro Bellas Artes sebelum masuk ke sebuah apartemen di kawasan Santiago Centro.
Rekaman tersebut menunjukkan korban tidak pernah keluar dari lokasi tersebut, sementara pelaku terlihat meninggalkan gedung seorang diri.
Berita Terkait
-
Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Penembak Gala Dinner Pejabat AS Didakwa Percobaan Pembunuhan Terhadap Donald Trump
-
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!