SuaraBandungBarat.id - Kasus dugaan penyekapan yang diduga dilakukan oleh Nindy Ayunda dan kekasihnya Dito Mahendra kembali berlanjut.
Setelah tertunda hampir dua tahun, kasus dugaan penyekapan yang melibatkan artis dan pengusaha ini kembali mencuat ke publik.
Hari ini Pengacara dari pihak terlapor Nindy Ayunda, Yafet Rissy mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan.
Kedatangan Yafet ke Polres Metro Jakarta Selatan hari ini adalah untuk membawa bukti tambahan.
"Agenda kita sore ini ingin menyampaikan bukti tambahan kepada pihak penyidik," ujar Yafet Rissy dikutip dari tayangan YouTube Seleb Oncam News, Rabu (2/11/2022).
"Terkait laporan yang dituduhkan kepada klien kami, Mbak Nindy dan Mas Dito," lanjutnya.
Sementara itu, terkait bukti apa yang akan diberikan oleh pihak Nindy Ayunda, sang pengacara masih belum memberikan informasi apa-apa.
"Nanti setelah ini kami keluar kita bicara lagi mengenai apa buktinya dan substansi dari bukti itu," ungkap pengacara Nindy Ayunda.
Sebelumnya pada hari Sabtu (29/10/2022) dikatakan oleh Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi, bahwa Nindy Ayunda telah memenuhi panggilan pihak kepolisian.
Baca Juga: Made Andhika Wijaya Akan Menepi 6-8 Minggu Akibat Cedera Engkel
Disebutkan juga oleh AKP Nurma Dewi, sebagai terlapor Nindy Ayunda cukup kooperatif dengan memenuhi undangan dan datang ke Polres Jakarta Selatan.
Selain itu, Nindy juga memberikan pernyataan sebagaimana yang diminta oleh tim penyidik Polres Jakarta Selatan.
"Iya betul (kooperatif), jadi sudah diundang kemudian juga datang ke Polres Jakarta Selatan kemudian juga dimintai keterangan dan memberikan keterangan," ucap AKP Nurma Dewi.(*)
sumber: YouTube Seleb Oncam News
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026