/
Sabtu, 05 November 2022 | 20:44 WIB
Toko Putra Siregar digrudung pendemo dibilang HP yang Dijual tidak terdaftar (Suara.com/Oke Atmaja)

SuaraBandungBarat.id – TikTok baru – baru ini dihebohkan dengan video demo di depan PS Store, toko smartphone secondhand alias seken yang dimiliki oleh Putra Siregar. Melalui pidato dan caption video tersebut, mereka mengaku beli smartphone di PS Store namun bermasalah.

Sejak Kamis (3/11/2022), TikTok ramai dengan video tersebut. Bahkan terlihat ketika pendemo menyuruh para karyawan toko terebut untuk menyebutkan gaji mereka, para karyawan yang mayoritas wanita tersebut hanya diam, tersenyum, dan merekam saja.

Mengaku membeli handphone dengan harga yang lebih murah di toko ini, pendemo mengatakan bahwa handphone yang ia dapatkan ternyata tak terdaftar IMEI. Pendemo juga mengungkit tentang iklan yang menunjukkan kualitas sangat bagus namun terbalik dengan kenyataannya.

"Kami beli handphone di sini tidak terdaftar", teriak pendemo di depan toko.

Pemilik PS Store yakni Putra Siregar membuka suara terkait masalah tersebut. Ia mengaku tak tahu jelas tentang demo yang terjadi di depan toko dan menghebohkan TikTok beberapa waktu ini. Menurut video, ia hanya tahu pendemo merasa dirugikan dengan handphone yang dibeli.

"Enggak tahu. Kalau memang (ada masalah) tinggal refund. Kita 10 tahun dagang, pintu (refund) terbuka lebar", terang Putra Siregar pada Jumat (4/11/2022).

Mengaku tak ambil pusing, Putra lebih memilih untuk diam dan membiarkan para pendemo yang akan lelah sendiri jika dibiarkan. Menurutnya, meski karyawan diancam dan toko didemo, hal tersebut bukan masalah dan layak dibiarkan.

Melihat jumlah pendemo yang hanya segelintir dan kemungkinan ada yang menunggangi demo tersebut, sang pemilik toko lebih memilih diam dan tidak menggubris mereka.

"Kita lihat yang demo juga ada 10 orang, ada yang mengancam, menunggangi, ya enggak apa-apa. Biarin aja", lanjutnya.

Baca Juga: Perut Buncit BCL Picu Komentar Miring Netizen

Bahkan Putra malah lebih memikirkan ekonomi yang akan mengalami resesi tahun depan. Menurutnya, pendapatan banyak yang berkurang di bulan Oktober sehingga ia menjauhi pikiran – pikiran buruk agar tidak menjadi penyakit hati. (*)

Sumber: Suara.com

Load More