- IRGC Iran melaksanakan latihan militer di Teluk Persia dan Selat Hormuz untuk amankan jalur pelayaran vital tersebut.
- Latihan ini bertujuan mengasah respons cepat terhadap ancaman keamanan maritim melalui pengawasan menyeluruh kawasan.
- Aktivitas militer ini berlangsung saat ketegangan AS-Iran meningkat, meskipun perundingan nuklir akan dilanjutkan.
Suara.com - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggelar latihan militer di Teluk Persia dan Selat Hormuz untuk menegaskan pengamanan jalur pelayaran strategis ini, yang setiap hari dilalui lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer.
Laksamana Muda Alireza Tangsiri, Kepala Angkatan Laut IRGC, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh—mulai dari permukaan laut, udara, hingga bawah permukaan.
“Respons cepat dan tegas terhadap ancaman keamanan maritim menjadi inti latihan ini,” ujar Tangsiri, seperti dikutip media pemerintah Iran.
Latihan tersebut memanfaatkan pulau-pulau di kawasan Selat Hormuz sebagai “benteng pertahanan” dan menjadi agenda tahunan IRGC untuk mengasah manuver taktis serta penggunaan peralatan tertentu, sebagian belum diumumkan ke publik. Unit respons cepat Angkatan Laut IRGC juga berlatih melakukan intervensi, inspeksi, hingga penyitaan kapal yang dinilai melanggar aturan di perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Latihan ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pengerahan kapal induk kedua ke Timur Tengah, menambah keberadaan USS Abraham Lincoln beserta kapal perusak lainnya di kawasan.
Meski situasi tegang, diplomasi tetap berjalan. Teheran dan Washington dijadwalkan melanjutkan perundingan nuklir tidak langsung di Jenewa pada Selasa mendatang, dengan mediasi Oman, setelah sempat terhenti hampir delapan bulan akibat eskalasi militer yang dipicu serangan Israel terhadap Iran.
Latihan IRGC ini menunjukkan kesiapan militer Iran sekaligus menegaskan posisi strategisnya di Teluk Persia dan Laut Oman, sambil tetap menjaga jalur perdagangan maritim yang vital bagi ekonomi global.
Sumber: Anadolu
Baca Juga: Harga Minyak Melemah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara