SuaraBandungBarat.id - Dito Mahendra kembali tidak hadir pada sidang lanjutan kasus Nikita Mirzani kemarin.
Pengacara Dito Mahendra, Yafet menjadi sorotan karena kliennya itu sudah tiga kali tidak hadir di persidangan.
Bahkan Nikita Mirzani terlihat marah hingga membanting mikrofon dan berkas di persidangan kemarin.
Meski Nikita mengatakan bahwa kejadian itu tidak disengaja, namun dari gelagatnya begitu menunjukkan kekesalannya.
Terkait Dito Mahendra yang tidak bisa hadir, Yafet tampaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Saat ditemui awak media, Yafet hanya mengungkapkan permohonan maaf karena dirinya tidak bisa menyampaikan sesuatu.
Yafet menjelaskan bahwa pada tanggal 29 nanti, dirinya baru bisa mengungkapkannya lewat konferensi pers.
"Begini, saya mohon maaf, karena saya gak bisa ngomong sesuatu ini sampai tanggal 29 baru saya konferensi pers," kata Yafet yang dikutip dari tayangan Youtube Seleb Oncam News pada Selasa (20/12/2022).
Saat awak media kembali menanyakan kenapa tidak bisa disampaikan, Yafet mengungkapkan jika itu strateginya sebagai lawyers.
Baca Juga: Ini 5 Desa Terbaik di Indonesia, Ada yang Diakui UNESCO
"Ini strategi saya sebagai lawyers," ungkap Yafet.
Tidak hanya itu, Yafet juga berkata bahwa dirinya terikat kode etik sehingga tidak boleh mengungkapkan semuanya sebelum waktunya tiba.
"Saya diikat kode etik, gak boleh," jelasnya.
Awak media kemudian menanyakan kondisi Dito Mahendra saat ini, namun Yafet berkata bahwa dirinya belum berkoordinasi dengan kliennya itu.
"Saya belum koordinasi, belum tahu apa-apa," terang Yafet.
Bahkan lagi-lagi Yafet menegaskan jika dirinya belum berkoordinasi, maka dari itu tidak tahu Dito Mahendra sakit apa.
"Sama sekali tidak ada, Saya belum koordinasi, bagaimana saya tahu," tandasnya.(*)
Sumber: Youtube Seleb Oncam News
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam