/
Selasa, 27 Desember 2022 | 22:09 WIB
BNPT RI Gelar Rakornas 2022: Berkomitmen Libatkan Seluruh Elemen Guna Tanggulangi Terorisme (Dok. Duta Damai Jawa Barat)

SuaraBandungBarat.id - BNPT RI mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Gugus Tugas Pemuka Agama, Duta Damai Dunia Maya dan Duta Damai Santri pada Selasa (27/12/2022) di Lapangan Biwara Kantor Pusat BNPT RI, Sentul, Bogor. 

Salah satu rangkaian acara rakornas tersebut adalah talkshow bertajuk “Catatan Akhir Tahun “Kilas Balik Tahun 2022: Kiprah Mitra BNPT dalam Pencegahan Terorisme”.

Kepala BNPT RI Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H mengatakan, ada  5 program yang diusung sebagai upaya pencegahan radikalisme di Indonesia. 

Program tersebut biasa disebut dengan “Vaksin Kebangsaan”. 

Pertama, perkokoh wawasan kebangsaan yang berlandaskan empat konsensus kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. 

Kedua, BNPT bersama seluruh kementerian, lembaga, komunitas, berkominten meyakinkan bahwa ideologi Pancasila, adalah ideologi terbaik dunia.

Ketiga, transformasi moderasi dalam beragama agar semua orang memiliki posisi yang sama dalam konstitusi.

Keempat, penguatan akar budaya bangsa Indonesia. 


Kelima, transformasi pembangunan kesejahteraan.

Baca Juga: 6 Ide Rayakan Malam Tahun Baru Bersama Anak, Dijamin Seru Abis!

“BNPT akan terus mensupport pembangunan kesejahteraan pada aspek kemasyarakatan berbangsa dan negara,” ungkapnya dalam talkshow tersebut. 

Gugus Tugas Pemuka Agama, K.H. Said Aqil Sirodj mengungkapkan, tidak ada agama apapun yang mentolelir kekerasan, semua agama visinya adalah mmebangun kemanuaisaan. 

Adapun berdasarakan analisanya, ada 3 faktor yang menyebabkan terjadinya radikalisme: 

Pertama, kesalahpahaman atau pahaman yang dangkal terhadap agama. 

Kedua, faktor politik. 

“Agama semuanya mengajarkan kedamaian, kecuali jika agama sudah menjadi alat politik, maka minimal bakal ada ekstrimisme dan radikalisme,” ungkap mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) masa khidmat 2010-2022 itu. 

Load More