/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 11:07 WIB
Naskah khotbah jumat tentang tiga jebakan dunia. (Rumman Amin on Unsplash)

Jamaah Jum’ah yang berbahagia

Di antara ujian yang diberikan oleh Allah SwT untuk umat manusia yaitu adanya bermacam-macam fitnah, yang paling sering membuat anak manusia tergelincir di antaranya ada tiga, yaitu: harta, tahta dan wanita. Jamak kita temui insan yang awalnya shalih, pada akhirnya berbalik dari keimanannya karena terlena dengan fitnah tersebut.

Pertama, Fitnah Harta.

Harta merupakan salah satu ujian yang terdahsyat bagi manusia. Bahkan ada muslim yang awalnya taat pun terpaksa harus lepas dari keimannya karena menjadi tawanan harta. Rasulullah saw bersabda,

“Sesungguhnya setiap umat itu mendapat ujian, dan ujian pada umatku adalah harta.” (HR. At-Tirmizi, Sahih menurut al-Albani)

Sebagai muslim kita harus merenungkan kembali wasiat Rasulullah saw yang dahulu beliau nasihatkan kepada para sahabat saat Abu Ubaidah bin Jarrah datang dari Bahrain dengan membawa upeti, “Bergembiralah dan harapkanlah apa-apa yang akan menyenangkan kalian. Maka demi Allah! Bukan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian. Akan tetapi aku khawatir akan dibentangkan dunia atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba-lomba padanya. Kemudian dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Menjadi muslim yang kaya itu penting. Sebab dengan harta dan kekayaan banyak ibadah dan amal saleh yang bisa kita lakukan. Seperti bersedekah, berinfaq, berhaji. Bukan sebaliknya, kita menjadi budak harta sehingga berlomba-lomba mengumpulkannya, cenderung menghalalkan segala cara, dan dengan harta justru membuat kita menjadi orang yang bakhil, pelit.

Jamaah Jum’ah yang berbahagia

Kedua, Fitnah Tahta.

Baca Juga: Persija Dikalahkan Persis Solo, Dony Tri Pamungkas: Kami akan Benahi Kesalahan

Ujian yang kedua ini tidak kalah berbahayanya dari yang pertama. Hendaknya kita berhati-hati dari fitnah tahta, jabatan atau kedudukan. Rasulullah saw bersabda,

‌ ‌ ‌ ‌

“Sesungguhnya kalian akan berambisi untuk mendapatkan kekuasaan, padahal kekuasaan itu akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari)

Dari Ka’ab bin Malik RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Hibban, Shahih)

Nabi Muhammad saw menggambarkan rusaknya agama seseorang karena rakusnya seseorang kepada harta dan kedudukan, lebih parah dari rusaknya tubuh kambing yang dicabik-cabik oleh dua serigala lapar yang rakus. Padahal dua serigala yang kelaparan pasti akan menjadi teramat buas saat melihat seekor kambing. Keduanya akan saling berebut kambing tersebut untuk segera dimakan. Kerakusan dan kebuasan dua serigala tersebut pasti akan segera mencabik-cabik tubuh kambing yang awalnya utuh, sehingga berakhir dalam keadaan rusak tercabik-cabik.

Load More