Suarabandungbarat.id - Minyak goreng subsidi dengan merek Minyak Kita mulai langka atau sulit ditemukan di sejumlah daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Permendag ini mengatur harga jual sesuai HET, tempat pendistribusian, bentuk kemasan, pemenuhan izin edar dan standar, serta insentif faktor pengali kemasan bagi pelaku usaha yang menyediakan minyak goreng kemasan Minyakita.
Belum juga teratasi masalah kelangkaan Minyakita di pasaran, berbagai ulah nakal distributor justru terendus.
Dilansir dari Youtube SCTV (10/02/2023) Satgas Pangan Polda Jateng aksi penggrebegan ke tempat penimbunan Minyakita oleh pedagang nakal di Pasar Weleri, Kabupaten Kendal
Ditengah deritanya mayarakat berburu Minyakita, oknum nakal ini diduga baru akan menjual Minyak goreng subsidi ini jika agen berani membayar di atas harga eceran tertinggi.
"Het itu sebesar 14ribu tapi yang bersangkutan telah menjual Rp 15.400 perliternya, jadi di luar het kemudian juga yang bersangkutan menahan penjualannya." ujar Kombes Pol. Dwi Subagyo
Polisi menemukan timbunan Minyakita sebanyak 19.548 liter atau 17,5 ton yang belum tersalurkan kepada masyarakat.
Beberapa pedagang kecil juga dipaksa membudling minyakita dengan produk lain yang diduga tak laris, terkait hal tersebut dua distributor sedang dimintai keterangan (*)
Baca Juga: Link Live Streaming Liga Inggris: Arsenal vs Brentford
Berita Terkait
-
Program Minyakita Mendag Zulhas Bakal Digulung Luhut
-
Minyak Goreng Subsidi Merk Minyak Kita Langka, Pedagang Pasar Curiga Ada yang Bermain
-
Pemerintah Luncurkan 'Minyak Kita', Mendag Zulkifli: di Jawa dan Bali Rp14.000
-
Rabu Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Kita, Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana ke Masyarakat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel