SuaraBandungBarat.id - Anak yang terlahir dari sebuah keluarga yang memiliki nama besar tidak menjamin kebahagiaan anak tersebut.
Putra dari Iis Dahlia, Devano Danendra terlihat sempat mengunggah foto saat menjalani perawatan dengan banyak selang di tubuhnya.
Diketahui, Devano Danendra mengaku telah lelah berkarir di dunia entertaiment dan sempat berniat untuk mengakhiri hidupnya.
Hal ini, karena di dunia entertaiment Devano selalu dituntut untuk terlihat sempurna.
Devano mengaku bahwa saat itu dirinya berada di titik terendah karena banyak hujatan yang diterimanya.
Tak hanya itu, ia mengaku tidak sanggup dan ingin memiliki kehidupan normal dengan berfikir untuk berhenti bekerja.
"Alhamdulillah Devano udah melalui proses yang panjang. Udah lebih cool, menghadapi media. Sekarang udah nggak, ya wajar lah ya anak kecil gitu. Kalau sekarang mah udah santai,” ujar Ibunda Devano, Iis Dahlia yang dikutip oleh SuaraBandungBarat.id dari kanal SCTV, Senin (13/2/2023).
Psikolog, Dr. Rose Mini Agoes Salim mengatakan bahwa tidak semua anak mampu untuk mengatasi hal tersebut.
Ada kemungkinan anak menjadi tidak nyaman diberikan hal seperti itu, tetapi tidak hanya anak artis bahkan anak penjabat pun bisa seperti itu.
Baca Juga: Tiba-Tiba Keluar Padahal Tidak Sedang Terangsang, Begini Penjelasannya dr. Maria Silvia
“Itu bisa saja terjadi bahwa kalau anaknya ulama harus jadi ulama, kalau anak ya artis harus jadi artis padahal kan belum tentu langsung seperti itu dan itu yang membuat anaknya jadi beban karena harus menyandang nama besar orang padahal dia itu sendiri mungkin punya jalan hidup yg berbeda,” jelas Psikolog, Dr. Rose Mini Agoes Salim.
Kini, kondisi mental Devano sudah membaik, tetapi ia tetap saja menjadi sasaran hujatan netizen.
Di mana, segala sikapnya menjadi sorotan netizen karena memiliki gaya pacaran yang berlebihan.
Namun, Devano mengambil pelajaran dari pengalaman depresinya untuk lebih mengeksplore diri.
Bahkan, hal tersebut dibuktikan oleh Devano melalui penampilannya di video clip dengan mengenakan pakaian yang nyentrik, bergaya bebas, dan memakai aksesoris.
“Nyaman-nyaman aja si karena pilihan aku sendiri. Aku juga 20 tahun juga masih fase yang jati diri sendiri, kaya ini mana ya yang buat aku nyaman itu dalam berpakaian. Pokoknya intinya aku mau bangkit, gamau melulu sedih karena aku juga udah capek sebenernya tapi aku harus bikin semuanya seneng karena disini bukan cuman aku tapi seluruhnya kaya seneng,” pungkas Devano Danendra. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
3 Keunggulan POCO M8s 5G, HP Murah dengan Layar 144 Hz dan Baterai 7.000 mAh
-
Figur Khadijah dalam Tokoh Aisha di Novel Ayat-Ayat Cinta 2
-
Di Balik Laboratorium dan Mitos: Menggugat Stigma Perempuan di Dunia Sains
-
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Jalur Puncak Bogor
-
Usut Kasus Penghasutan Ade Armando dan Abu Janda! Polisi Mulai Verifikasi Bukti Potongan Ceramah JK
-
Ruben Onsu Buru Penipu yang Bikin Perusahaannya Rugi Besar
-
Perkuat Pembangunan Daerah, Bupati Bogor Rudy Susmanto Galang Sinergi dengan Danjen Kopassus
-
Dapat Serangan Rasis, Ricky Kambuaya Balas dengan Sindiran Menohok
-
Spesial Hari Kartini, Promo Tiket Ancol Rp 121 Ribu untuk Tanggal 26 April
-
Buntut Tendangan Kungfu, Legenda Timnas Semprot Staf Pelatih Bhayangkara: Kamu Pelatih, Bukan Preman