SuaraBandungBarat.id - Umumnya masyarakat menganggap bahwa laki-laki tidak mungkin menjadi korban pelecehan seksual.
Keyakinan tersebut lahir dari pemikiran patriarki yang selalu menempatkan perempuan pada kondisi yang dilemahkan.
dr. Haekal Anshari kemudian mengomentari hal ini sebagaimana yang terpampang dalam postingan instagramnya.
"Sistem sosial patriarki juga merugikan laki-laki karena privilese tsb lengkap dengan paradoksnya," ungkap dr. Haekal sebagaimana kami kutip pada Senin (13/2/2023).
Paradoks tersebut misalnya standar untuk memenuhi standar ideal maskulinitas toksik seperti mengharuskan seorang pria menjadi sosok pribadi yang kuat dan mampu menyelesaikan permasalahannya sendiri.
"Apabila keluar dari standar maskulinitas ini akan akan membuat laki-laki dipandang hina dan tidak sesuai dengan nilai yang dibuat oleh kebanyakan orang," papar dokter estetik tersebut.
Akibatnya muncul anggapan yang acap kali kita dengar bahwa laki-laki tidak boleh cengeng, tidak boleh menangis, jangan mau kalah dan sebagainya.
"Dalam konteks kekerasan seksual hal ini menjadi bumerang tersendiri bagi laki-laki yang menjadi korban," tambahnya.
Hal ini kemudian berdampak pada perlakuan korban terhadap laki-laki tidak sebagaimana respon kepada korban pelecehan seksual yang dialami perempuan.
Baca Juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kecewa Atas Vonis Hakim di Kasus Brigadir J
dr. Haekal lantas membagikan beberapa dampak dari korban kekerasan seksual yang bukan hanya dapat dialami perempuan tetapi juga laki-laki, yakni:
1. Trauma seksual;
2. Perubahan perilaku; penyendiri; cemas;
3. penyakit psikosomatik;
4. Luka fisik;
5. Depresi;
6. Keinginan melukai diri sendiri.
"Bisa saja jumlah laki-laki sebagai korban lebih banyak dibandingkan data yang ada," ungkap dr. Haekal.
Dapat disimpulkan, menurutnya sebab seorang laki-laki dilecehkan dan memutuskan untuk tidak bersuara lebih karena budaya patriarki yang ada.
Di mana budaya tersebut mengharuskan laki-laki untuk kuat dan menerima segala perlakuan yang bahkan telah mencederai harga dirinya.(*)
Sumber: Instagram @dr.haekalanshari
Kontributor: Ehsa Nagara
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter